Category Archives: Diet dan Gizi Masyarakat

Food Etnich

Diet dan Gizi Masyarakat
Pertemuan II
Deni Elnovriza, S.PT, M.Kes

Pola konsumsi pangan adalah jenis dan jumlah rata-rata konsumsi pangan per orang per hari yang dimakan dalam jangka waktu tertentu.

Pangan asli adalah pangan yang asal-usulnya ditemukan di suatu daerah.

Konsumsi berubah karena ekosistem berubah

Konsumsi oangan dibentuk dari beberapa faktor :
1.    Geografis (bahan yang tersedia)
2.    Sosial (gaya hidup), meliputi status sosial dan struktur sosial
3.    Psikologis, ex : alergi dan stress
4.    Agama dan kepercayaan
5.    Ekonomi, terkait pendidikan, pekerjaan, dll
6.    Politik
Perbedaan menu pada food ethnic biasanya terjadi pada :
•    Bahan dasar
•    Teknik memasak
•    Prinsip rasa

Iklan

Makanan dan Diet Masyarakat Indonesia

fdfDiet dan Gizi Masyarakat
Pertemuan I
Deni Elnovriza, S.PT, M.Kes


Makanan dan Diet Masyarakat Indonesia

Di Indonesia, pola makan yang sering dijumpai adalah makan tiga kali sehari dengan nasi. Dalam masyarakat, seseorang yang belum makan nasi sering dikatakan sebagai tidak makan.

Adapun pola tradisional makanan Indonesia adalah :

Breakfast
Makanan berasa pedas dan manis
Waktu sarapan = pukul 07.00-08.00
Susu jarang, kecuali pada anak

Lunch
Biasanya, menu sama dengan menu makan malam
Makan siang merupakan sangat penting bagi orang Indonesia
Makanan utamanya adalah nasi
Di Minangkabau, sumber protein utama biasanya dari ikan karena dekat dengan pantai. Umumnya, menu ikan  4-6 kali/hari dalam seminggu
Selama 15 tahun terakhir, tahu dan tempe mulai dikonsumsi

Dinner
Menu sama dengan makan siang
Sayur saat dinner sebaiknya bukan sayur yang dipanaskan dari menu saat lunch
Biasanya, tidak ada buah pada makan malam

Pola Makan Orang Minang
Pada masyarakat minang, ada 3 jenis makanan yaitu makan inti/utama, makanan kedua/tambahan/pengganti, dan makan sampingan. Makan inti/utama adalah makan nasi. Pola makan kedua adalah makanan-makanan tambahan, seperti roti. Sedangkan makan sampingan adalah makanan yang jarang dikonsumsi.

Snack

Pada anak, snack yang dikonsumsi 38,7 % kalori, tapi minim vitamin dan mineral. Snack bisa pedas atau manis. Pada bulan puasa, biasanya manis.

Makanan Hewani
Ikan dikonsumsi 54-86 gram per hari, daging dikonsumsi 25-36 gram per hari, dan telur dikonsumsi 28-35 gram per hari. Cara memasaknya bisa dengan digoreng dan disantan.
Makanan Nabati
Sumber utama makanan nabati adalah nasi. 58%nya dari seluruh sumber karbohidrat lain, umumnya dari snack. Makanan nabati lain adalah temped an tahu yang mana semakin popular sejak krisis ekonomi. Sebelumnya, tahu dan tempe adalah makanan tradisional dari jawa, sekarang hampir seluruh daerah umumnya mengonsumsi tahu dan tempe. Konsumsi tahu dan tempe meningkat >100 gram/hari. Sumber lain adalah buah-buahan. Jenis buah-buahan yang paling popular adalah pisang, papaya, jeruk, dan jenis buah lain yang hanya muncul pada musimnya. Akan tetapi, konsumsi buah di Indonesia masih rendah. Kemudian, konsumsi sayuran. Sayur yang paling popular adalah dari jenis kangkung, bayam, dan daun singkong. Makanan nabati juga bisa diperoleh dari bumbu. Adapun bumbu yang sering dipakai adalah jahe, lengkuas, kunyit, daun sereh, dan daun salam. Bumbu-bumbu ini bermanfaat sebagai antioksidan.
Sumber Lemak
Sumber lemak utama adalah minyak kelapa dan santan. Sejak 10 tahun terakhir, lemak juga sudah mulai dikonsumsi lewat minyak kelapa sawit. Rata-rata konsumsi minyak goring di Indonesia adalah kecil dari 30 gram. Sedangkan konsumsi kelapa rata-rata adalah 45-80 gram per hari.

thythy

Makanan Tradisional
Makanan tradisional adalah makanan yang dikonsumsi masyarakat secara turun temurun, dari bahan baku produksi setempat, dan pengolahannya spesifik.
Kendala pada makanan tradisional antara lain :
•    Cita rasa kurang memenuhi selera generasi muda
•    Penampilan kurang menarik karena dimasak terlalu lama
•    Standar mutu dan gizi kurang
•    Beberapa makanan harus disajikan panas
•    Promosi dan penyebaran informasi serta upaya pengembangannya masih terbatas
•    Kurangnya investor yang tertarik untuk mengembangkan produk makanan tradisional
•    Kurangnya pengetahuan masyarakat akan arti gizi dan kesehatan

Peluang yang dimiliki oleh makanan tradisional
•    Berbagai makanan tradisional yang dimiliki oleh berbagai wilayah di tanah air masih dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat bahkan kebutuhan masyarakat daerah lain
•    Beberapa terobosan yang telah dilakukan oleh beberapa industri pangan ternyata mampu mengangkat citra dan cita rasa makanan tradisional, yang ternyata sangat disukai oleh berbagai kalangan bahkan telah dieksport
•    Peluang bagi pengembangan  jenis makanan tradisional unggulan sesuai dengan potensi  dan preferensi makin terbuka dengan adanya otonomi daerah
•    Meningkatnya peran media massa baik media cetak ataupun elektronik

Alasan pengembangan makanan tradisional selain dari segi gizi
•    Dari segi sosial ada anggapan bahwa makanan asing mempunyai nilai sosial dan budaya yang tinggi dan mempunyai nilai ekonomi tinggi juga
•    Segi pelestarian lingkungan
•    Penggunaan bahan makanan lokal merupakan upaya mempertahankan keseimbangan ekosistem
•    Dengan menggunakan makanan lokal,lebih hemat karena relatif lebih murah dan ekonomis
•    Segi pertanian : memberikan peluang yang luas untuk kultur yang majemuk/multikultur (penganekaragaman jenis pangan)
•    Dapat memperluas lapangan pekerjaan
•    Dapat meningkatkan penghasilan dan kesempatan berusaha masyarakat terutama dipedesaan sehingga mendorong dan menumbuhkan perekonomian masyarakat daerah

fgdws