HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN TINDAKAN HIGIENITAS MENSTRUASI PADA SISWI SMAN 1 NAN SABARIS KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2009 (Proposal)

EPIDEMIOLOGI KESEHATAN REPRODUKSI

PROPOSAL

(diajukan sebagai tugas mata kuliah Epidemiologi Kesehatan Reproduksi)

 

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN TINDAKAN HIGIENITAS MENSTRUASI PADA SISWI SMAN 1 NAN SABARIS KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2009

 

Dosen Pembimbing :

Suryati, S.Pd, M. Kes, Kons

Masrizal, SKM, MBiomed

Dien G.A.N, MKM

Oleh:

NILNA RAHMI ISNA

07122009


 

 

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

2009

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Permasalahan kesehatan reproduksi remaja saat ini masih menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian. Kesehatan reproduksi remaja tidak hanya masalah seksual saja tetapi juga menyangkut segala aspek tentang organ reproduksinya. Terutama untuk remaja putri yang nantinya menjadi seorang wanita yang bertanggung jawab terhadap keturunannya, menjaga higienitas pada saat menstruasi sangat perlu untuk menghindari penyakit infeksi yang nantinya dapat sangat merugikan.

Higiene pada saat menstruasi merupakan komponen hygiene perorangan yang memegang peranan penting dalam status perilaku kesehatan seseorang, termasuk menghindari adanaya gangguan pada fungsi alat reproduksi.

Green (1980) dalam Notoatmodjo (2007), menyatakan kesehatan seseorang dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor perilaku (behavior causes) dan faktor di luar perilaku (Non behavior causes). Perilaku itu sendiri dibentuk dari tiga faktor, yaitu (1) faktor perdisposisi yakni faktor yang menjadi dasar atau motivasi bagi perilaku, termasuk di dalam faktor ini adalah pengetahuan, sikap, keyakinan, nilai, dan sebagainya; (2) faktor pemungkin yakni faktor yang memungkinkan suatu motivasi atau inspirasi terlaksana, termasuk di dalam faktor ini adalah lingkungan fisik dan tersedianya sarana kesehatan; (3) faktor penguat yakni faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak, termasuk di dalam faktor ini adalah tenaga kesehatan, keluarga, dan teman sebaya.

Dengan demikian, pengetahuan termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan, yang dalam hal ini tindakan hygiene menstruasi. Pengetahuan akan menstruasi sangat diperlukan untuk dapat mendorong remaja yang mengalami menstruasi agar menjaga higienitasnya pada saat menstruasi. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk melihat apakah ada hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan tindakan higinitas pada saat menstruasi.

Identifikasi Masalah

            Beberapa penelitian yang mengidentifikasi perilaku dan sikap remaja perempuan terhadap hygiene menstruasi menunjukkan masih ada remaja perempuan yang berperilaku kurang baik selama masa menstruasi. Toha M dan Krisna D (2004) menemukan sebanyak 32,4 % siswi di SLTP PGRI Ciputat dengan higiene menstruasi yang kurang baik dan 67,6 % siswi dengan perilaku hygiene menstruasi yang baik. Siswi dengan pengetahuan yang baik tentang menstruasi sebanyak 60,4 % dan siswi dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 39,6 %.

Pengetahuan mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku hygiene menstruasi karena pada saat responden mengalami menstruasi responden telah dibekali pengetahuan oleh orangtua atau orang terdekat sehingga ada upaya responden dalam memperhatikan dan meningkatkaaaan perilaku higiene menstruasi.

Menurut Sujarwati E, (2002), semakin tinggi pengetahuan seseorang tentang menstruasi, maka higienitas selama menstruasi akan semakin baik, begitu juga dengan sikap, semakin positif sikap terhadap higienitas menstruasi, maka higienitas menstruasinya akan semakin baik.

Penelitian Wahyulisasni (2006) yang dilakukan di SMP Pembangunan Universitas Negeri Padang (UNP) menunjukkan tingkat pengetahuan siswi tentang menstruasi. Siswi dengan pengetahuan tinggi tentang menstruasi sebanyak 43,4%, siswi dengan pengetahuan sedang sebanyak 51,3 %, dan sisei dengan pengetahuan rendah sebanyak 5,3%.

Responden yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi tentang menstruasi, meskipun tidak secara resmi didapatkan dalam pendidikan formal, berkemungkinan disebabkan para siswi sudah memperoleh informs tersebut dari orangtua, saudara, teman, serta media massa dan elektronik yang saat ini banyak membahas tentang menstruasi.

Batasan Masalah

            Adapun batasan masalah dari penelitian ini adalah hubungan pengetahuan dan tindakan higiene menstruasi pada siswi SMAN 1 Nan Sabaris Padang Pariaman tahun 2009.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang ada maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada hubungan pengetahuan dan tindakan higiene menstruasi pada siswi SMAN 1 Nan Sabaris Padang Pariaman tahun 2009?”

Tujuan Penelitian

  1. Tujuan umum

Diketahuinya hubungan pengetahuan dan tindakan higiene menstruasi pada siswi SMAN 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman tahun 2009.

  1. Tujuan Khusus
    1. Diketahuinya distribusi frekuensi pengetahuan siswi SMAN 1 nan Sabaris Padang Pariaman tentang higiene menstruasi.
    2. Diketahuinya hubungan pengetahuan siswi SMAN 1 nan Sabaris Padang Pariaman dengan tindakan higiene menstruasi

Kegunaan Hasil Penelitian

Adapun kegunaan hasil penelitian adalah

  1. Bagi institusi pendidikan, agar dapat memberikan pemikiran informasi ilmiah dan untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dan referensi bagi penelitian lanjutan di Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran.
  2. Bagi SMAN 1 Nan Sabaris Padang Pariaman, agar dapat memberikan informasi aktual tentang pegetahuan dan tindakan siswi selama menstruasi di SMAN 1 Nan Sabaris Padang Pariaman
  3. Bagi peneliti, agar dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat selama perkuliahan mata kuliah Kesehatan Reproduksi dan menambah wawasan untuk melaksanakan penelitian.

BAB II

LANDASAN TEORI, KERANGKA TEORI,

KERANGKA KONSEP PENELITIAN, HIPOTESIS

 Landasan Teori

  1. Pengetahuan

Pengetahuan adalah hasil tahu dan terjadi setelah melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.

Pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkat, yaitu :

  1. Tahu (know), diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.
  2. Memahami (comprehension), yaitu suatu kemampuan menjelaskan secara benar mengenai objek yang diketahui dan diinterpretasikan materi tersebut dengan benar.
  3. Aplikasi (application), yaitu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada kondisi dan situasi riil.
  4. Analisis (analysis), yaitu suatu kemampuan untuk menjabarkan materi ke dalam komponen.
  5. Sintesis (synthesis), yaitu kemampuan untuk meletakkan bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.
  6. Evaluasi (evaluation), berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek.

Idris dalam Wahyulisasni (2006), menyatakan pengetahuan seseorang dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun pendidikan informal. Pengetahuan dari pendidikan formal adalah yang diperoleh dari jenjang pendidikan formal, sedangkan pengetahuan dari pendidikan informal adalah yang diperoleh dari pengalaman dan informasi dari sumber-sumber seperti media massa, media elektronik, maupun dari penyuluhan.

Umumnya remaja putri mendapatkan pengetahuan tentang menstruasi dari ibunya. Akan tetapi tidak semua ibu atau orangtua memberikan informai yang memadai kepada putrinya dan sebagian bahkan beranggapan tabu membicarakan hal tersebut. Akibatnya, remaja putrid menjadi cemas dan berkeyakinan bahwa menstruasi adalah sesuatu yang tidak menyenangkan menjelang dan selama keadaan menstruasi seperti tidak enak badan, pusing-pusing, perut kembung, letih, dan mudah tersinggung.

Menurut Widyaningsih (2007), sebaiknya orangtua memberikan pendidikan kesehatan reproduksi sedini mungkin, agar remaja mempunyai pemahaman yang baik terutama dalam menghadapi menstruasi.

Penelitian yang dilakukan oleh Toha M dan Krisna D (2004), didapatkan siswi dengan pengetahuan yang baik tentang menstruasi sebanyak 60,4 % dan siswi dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 39,6 %. Pengetahuan mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku hygiene menstruasi. Begitu juga dengan penelitian Mulyati (2001), pengetahuan mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku hygiene menstruasi. Hal ini karena pada saat siswi mengalami menstruasi sudah dibekali oleh orangtua, saudara, atau teman sebaya sehingga ada upaya dalam memperhatikan dan meningkatkan perilaku higiene menstruasi.

Wahyulisasni (2006) dalam penelitiannya menyebutkan hubungan pengetahuan dengan perilaku hygiene menstruasi. Hasil penelitiannya menunjukkan sebanyak 43,4 % siswi berpengetahuan tinggi, 42,1 berpengetahuan sedang, dan 14,5 berpengetahuan rendah tentang menstruasi. Banyaknya siswi yang memiliki pengetahuan tinggi tentang menstruasi walaupun tidak mendapat informasi dari pendidikan formal diasumsikan disebabkan oleh para siswi yang sudah memperoleh informasi dari media massa dan media elektronik, disamping pengetahuan dari orangtua, saudara, dan  atau teman sebaya.

     

  1. Tindakan

Tindakan mempunyai beberapa tingkatan, antara lain :

  1. Persepsi (perception), mengenal dan memilih berbagai objeek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil.
  2. Respon terpimpin (guided response)¸dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai dengan contoh.
  3. Mekanisme (mechanism), apabila seseorang tekahd dapat melakukan sesuatu dengan benar dan sudah menjadi suatu kebiasaan.
  4. Adopsi (adoption), suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik.

Tindakan dalam menjaga hygiene pada saat menstruasi atau menjaga kebersigan pada saat menstruasi, merupakan komponen hygiene perorangan yang memegang peranan penting dalam status prilaku kesehatan seseorang dan termasuk menghindari adanya gangguan pada fungsi alat reproduksi. Pada saat menstruasi pembuluh darah dalam rahim sangat mudag terinfeksi. Oleh karena itu kebersihan alat kelamin harus lebih dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan Infeksi Saluran Reproduksi (ISR).

Penelitian yang dilakukan oleh Toha M dan Krisna D (2004) di SLTP PGRI Ciputat menemukan sebanyak 32,4 % siswi di SLTP PGRI Ciputat dengan higiene menstruasi yang kurang baik dan 67,6 % siswi dengan perilaku hygiene menstruasi yang baik.

Menurut Margatan (1992) dalam Wahyulisasni (2006), perawatan selama menstruasi adalah tindakan pemeliharaan kebersihan dan kesehatan seseorang selama menstruasi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan dari perawatan selama menstruasi adalah untuk pemeliharaan kebersihan dan kesehatan individu yang dilakukan selaama masa menstruasi sehingga mendapakan kesejahteraan fisik dan psikis serta dapat meningkatkan derajat kesehatan seseorang.

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh remaja putri pada saat menstruasi yaitu :

  1. Perawatan kulit dan wajah

Wajah merupakan bagian yang paling sensitive bagi seorang remaja terutama remaja putrid. Masalah jerawat pada remaja terkait dengan penampilan mereka. Pada saat menstruasi kerja dari kelenjar sebaseus akan meningkat sehingga produksi keringat meningkat. Pada saat menstruasi sangat bermanfaat untuk membersihkan muka dua sampai tiga kali sehari guna membantu mencegah timbulnya jerawat.

  1. Kebersihan rambut

Menjaga kebersihan rambut sangatlah penting karena pada saat menstruasi kulit kepala lebih berminyak dan berkeringat sehingga akan memudahkan timbulnya ketombe dan mikroorganisme lainnya.

  1. Kebersihan tubuh

Kebersihan tubuh pada saat menstruasi juga sangat penting diperhatikan, dan sebaiknya mandi 2 kali sehari, dengan sabun mandi biasa, pada saat mandi organ reproduksi luar perlu cermat dibersihkan. Cara membersihkan daerah kewanitaan yang terbaik ialah membasuhnya dengan air bersih. Satu hal yang harus diperhatikan dalam membasuh daerah kewanitaan kita, terutama setelah buang air besar (BAB), yaitu dengan membasuhnya dari arah depan ke belakang (dari vagina ke arah anus), bukan sebaliknya. Karena apabila terbalik arah membasuhnya, maka kuman dari daerah anus akan terbawa ke depan dan dapat masuk ke dalam vagina.

Pada saat membersihkan alat kelamin, tidak perlu dibersihkan dengan cairan pembersih atau cairan lain dan douche karena cairan tersebut akan semakin merangsang bakteri yang menyebabkan infeksi. Apabila menggunakan sabun, sebaiknya gunakan sabun yang lunak (dengan pH 3,5), misalnya sabun bayi yang biasanya ber-pH netral. Setelah memakai sabun, hendaklah dibasuh dengan air sampai bersih (sampai tidak ada lagi sisa sabun yang tertinggal), sebab bila masih ada sisa sabun yang tertinggal malah dapat menimbulkan penyakit. Setelah dibasuh, harus dikeringkan dengan handuk atau tissue, tetapi jangan digosok-gosok. Dengan menjaga kebersihan tubuh dapat memberikan kesegaran bagi tubuh dan memperlancar peredaran darah.

  1. Kebersihan pakaian sehari-hari

Mengganti pakaian setiap hari sangatlah penting terutama pakaian dalam, gunakan pakaian dalam yang kering dan menyerap keringat karena pakaian dalam yang basah akan mempermudah tumbuhnya jamur. Pakaian dalam yang telah terkena darah sebaiknya direndam terlebih dahulu dan setelah kering disetrika.

Pemakaian celana yang terlalu ketat sebaiknya dihindari, karena hal ini menyebabkan kulit susah bernafas dan akhirnya bisa menyebabkan daerah kewanitaan menjadi lembab dan teriritasi. Untuk pemilihan bahan, sebaiknya gunakan bahan yang nyaman dan menyerap keringat, seperti misalnya katun. Pemakaian pantyliner setiap hari secara terus menerus juga tidak dianjurkan. Pantyliner sebaiknya hanya digunakan pada saat keputihan banyak saja, dan sebaiknya jangan memilih pantyliner yang berparfum karena dapat menimbulkan iritasi kulit.

  1. Penggunaan pembalut

Pada saat menstruasi, pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terinfeksi, oleh karena itu kebersihan alat kelamin harus lebih dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi. Pilihlah pembalut yang daya serapnya tinggi, sehingga tetap merasa nyaman selama menggunakannya. Sebaiknya pilih pembalut yang tidak mengandung gel, sebab gel dalam pembalut kebanyakan dapat menyebabkan iritasi dan menyebabkan timbulnya rasa gatal.

Pembalut selama menstruasi harus diganti secara teratur 4-5 kali atau setiap setelah mandi dan buang air kecil. Penggantian pembalut yang tepat adalah apabila di permukaan pembalut telah ada gumpalan darah. Alasannya ialah karena gumpalan darah yang terdapat di permukaan pembalut tersebut merupakan tempat yang sangat baik untuk perkembangan bakteri dan jamur.

Jika menggunakan pembalut sekali pakai sebaiknya dibersihkan dulu sebelum dibungkus lalu diuang ke tempat sampah. Untuk pembalut lainnya sebaiknya direndam memakai sabun di tempat tertutup terlebih dahulu sebelum dicuci.

Adapun kesalahan yang sering dilakukan saat pemakaian pembalut :

  1. Mmebuka dan memasang pembalut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
  2. Menyimpan pembalut di tempat lembab seperti kamar mandi
  3. Menggunakan pembalut yang telah kadaluarsa
  4. Pemilihan pembalut tanpa mempertimbangkan kualitas pembalut
  5. Memakai pembalut yang mengandung bahan penghilang bau
  6. Pemakaian pembalut yangterlalu lama

Kerangka Teori

            Lawrence Green menganalisa perilaku manusia dilatarbelakangi atau dopengaruhi oleh tiga pokok, yakni faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor yang memperkuat atau mendorong.  

 Kerangka Konsep Penelitian

                        Berdasarkan deskripsi teori yang telah diuraikan diatas, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tindakan higienitas itu sendiri. Kerangka konsep yang digunakan berdasarkan teori Green yang terdiri dari faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor yang memperkuat atau mendorong.

Dalam kerangka konsep penelitian ini yang termasuk variable independen yaitu factor predisposisi ditambah dengan tindakan karena menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan atau ranah kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang.

Kerangka konsep penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Varuabel Independen                                                           Variabel Dependen

           

Gambar 2 Hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan higiene menstruasi pada siswi SMAN 1 Nan Sabaris Padang Pariaman tahun 2008

 Hipotesis

Adanya hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan higiene menstruasi pada siswi SMAN 1 Nan Sabaris Padang Pariaman tahun 2008.

BAB III

PROSEDUR PENELITIAN

 Metode

Metode/desain yang digunakan adalh cross sectional study yaitu pengumpulan data pada variable independent (sebab) dan variable dependen (akibat) yang dilaksanakan pada waktu bersamaan.

Populasi dan Sampel

  1. Populasi

Populasi penelitian ini adalah siswi kelas XI dan XII SMAN 1 Nan Sabaris Pariaman yang berjumlah 256 orang.

  1. Sampel

Sampel penelitian adalah bagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Sampel ditentukan berdasarkan rumus Lovin (Notoatmojo S, 2002) :

n =       N

      1 + N (d2)

Keterangan :

n = Besar sampel

N = Besar populasi (256 orang)

d = Derajat ketepatan (0,05)

n =           N

          1 + N (d2)

n =        256

      1 + 256 (0,052)

n =       256

1,64

            n = 156 orang

Pengambilan sampel dilakukan secara proposional dengan teknik systematik random sampling yaitu pengambilan sampel acak dilakukan secara berurutan dengan interval tertentu. Besarnya interval dapat dilakukan dengan membagi populasi dengan jumlah sampel yang diinginkan.

Adapun kriteria sampel adalah :

  • Kriteria Inklusi
    • Responden adalah siswi kelas XI dan XII SMAN 1 Nan Sabaris Pariaman
    • Responden berada dalam kelas saat angket diberikan
    • Responden bersedia mengisi angket
  • Kriteria ekslusi
    • Responden tidak mengembalikan angket
    • Responden tidak mengisi angket dengan lengkap

Jumlah siswi kelas XI                         : 125 orang

Jumlah siswi kelas XII                        : 131 orang

Jumlah sampel pada kelas XI              : 125/256 x 156 = 76 orang

Jumlah sampel pada kelas XII            : 131/256 X 156 = 80 orang

Jumlah sampel cadangan 10% dari jumlah sampel yaitu 15 siswi.

Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner dengan 20 pertanyaan multiple choice

Teknik Pengumpulan Data

Jenis data yang dikumpulkan pada penelitian terdiri dari :

  1. Data primer

Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode wawancara yang diserahkan kepada responden dengan menggunakan alat bantu pengukuran beruoa kuesioner yang telah disusun dan dirancang untuk mengukur variabel-variabel dalam penelitian.

  1. Data sekunder

Data sekunder diperoleh dari pihak sekolah meliputi kondisi geografis dan demografis sekolah, fasilitas yang dimiliki sekolah, rincian jumlah murid, dan jumlah tenaga pendidik.

Teknik Analisa Data

Analisis data dapat dilakukan secara bertahap meliputi :

  1. Analisis univariat

Analisis univariat ini untuk memperoleh gambaran dan karakteristik pada masing-masing variabel yang diteliti melalui distribusi frekuensi.

  1. Analisis bivariat

Analisis bivariat menggunakan uji chi kuadrat ( Chi Square) untuk melihat adanya hubungan antara variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent) dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05).

           

BAB IV

ORGANISASI DAN JADWAL PENILITIAN

Organisasi penelitian

Jadwal penelitian

Penelitian dilakukan selama 2 bulan 3 minggu dimulai tanggal  28 September – 21 Desember 2009 di SMAN 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman.

No Kegiatan Minggu ke:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Penyusunan Proposal X X
2 Penyusunan Instrumen X
3 Seminar Proposal dan Instrumen Penelitian X
4 Pengujian validitas dan reliabilitas instrument X
5 Penentuan sample X
6 Pengumpulan Data X X
7 Analisis Data X
8 Pembuatan Draft Laporan X
9 Seminar laporan X
10 Penyempurnaan laporan X
11 Penggandaan laporan penelitian X

 

 

BAB V

BIAYA PENELITIAN

 

No Kegiatan Volume Biaya Satuan (Rp) Total

(Rp)

1 Penyusunan Proposal

– Penggandaan proposal

– Photocopy

– Transportasi

– Biaya internet

15

15

12

12

Rp. 25.000,00

Rp  15.000,00

Rp  10.000,00

Rp  10.000,00

Rp   375.000,00

Rp   225.000,00

Rp   120.000,00

Rp   120.000,00

2 Penyusunan Instrumen

– Pembuatan kuisioner

– Penggandaaan kuisioner

1

50

Rp    1.500,00

Rp    1.000,00

Rp      1.500,00

Rp    50.000,00

3 Seminar Proposal dan Instrumen Penelitian

– Pulsa Ketua

– Transportasi

– Konsumsi

1

1

15

Rp   21.000,00

Rp     5.000,00

Rp   10.000,00

Rp    21.000,00

Rp      5.000,00

Rp   150.000,00

4 Pengujian validitas dan reliabilitas instrument
5 Penentuan sample

– – Photocopy data sekolah SMAN 1 Nan Sabaris Padang pariaman

– Transportasi

– Konsumsi

1

12

12

Rp    10.000,00

Rp     20.000,00

Rp     10.000,00

Rp    10.000,00

Rp   240.000,00

Rp   120.000,00

6 Pengumpulan Data

– Photocopy profil sekolah SMAN 1 Nan Sabaris Padang pariaman

– Photocopy data sekolah SMAN 1 Nan Sabaris Padang pariaman

-Transportasi

– Konsumsi

– Dokumentasi

– Kenang-kenangan

1

1

14

14

1

30

Rp     10.000,00

Rp     10.000,00

Rp     20.000,00

Rp     10.000,00

Rp   150.000,00

Rp       5.000,00

Rp     10.000,00

Rp     10.000,00

Rp   280.000,00

Rp   140.000,00

Rp   150.000,00

Rp   150.000,00

7 Analisis Data

– Konsumsi

– Dokumentasi

12

1

Rp     10.000,00

Rp     20.000,00

Rp   120.000,00

Rp    20.000,00

8 Pembuatan Draft Laporan 15 Rp     15.000,00 Rp   225.000,00
9 Seminar laporan 15 Rp     25.000,00 Rp   375.000,00
10 Penyempurnaan laporan 1 Rp     25.000,00 Rp     25.000,00
11 Penggandaan laporan penelitian 15 Rp     25.000,00 Rp   375.000,00
12 Pembuatan poster 1 Rp   100.000,00 Rp   100.000,00
TOTAL Rp 3.417.500,00

About Nilna R.Isna

Aku menjadi aku sebagaimana aku adalah aku.

Posted on Januari 28, 2015, in Epidemiologi Kesehatan Reproduksi, Semester 4. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: