Monthly Archives: Januari 2015

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN TINDAKAN HIGIENITAS MENSTRUASI PADA SISWI SMAN 1 NAN SABARIS KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2009 (Proposal)

EPIDEMIOLOGI KESEHATAN REPRODUKSI

PROPOSAL

(diajukan sebagai tugas mata kuliah Epidemiologi Kesehatan Reproduksi)

 

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN TINDAKAN HIGIENITAS MENSTRUASI PADA SISWI SMAN 1 NAN SABARIS KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2009

 

Dosen Pembimbing :

Suryati, S.Pd, M. Kes, Kons

Masrizal, SKM, MBiomed

Dien G.A.N, MKM

Oleh:

NILNA RAHMI ISNA

07122009


 

 

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

2009

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Permasalahan kesehatan reproduksi remaja saat ini masih menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian. Kesehatan reproduksi remaja tidak hanya masalah seksual saja tetapi juga menyangkut segala aspek tentang organ reproduksinya. Terutama untuk remaja putri yang nantinya menjadi seorang wanita yang bertanggung jawab terhadap keturunannya, menjaga higienitas pada saat menstruasi sangat perlu untuk menghindari penyakit infeksi yang nantinya dapat sangat merugikan.

Higiene pada saat menstruasi merupakan komponen hygiene perorangan yang memegang peranan penting dalam status perilaku kesehatan seseorang, termasuk menghindari adanaya gangguan pada fungsi alat reproduksi.

Green (1980) dalam Notoatmodjo (2007), menyatakan kesehatan seseorang dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor perilaku (behavior causes) dan faktor di luar perilaku (Non behavior causes). Perilaku itu sendiri dibentuk dari tiga faktor, yaitu (1) faktor perdisposisi yakni faktor yang menjadi dasar atau motivasi bagi perilaku, termasuk di dalam faktor ini adalah pengetahuan, sikap, keyakinan, nilai, dan sebagainya; (2) faktor pemungkin yakni faktor yang memungkinkan suatu motivasi atau inspirasi terlaksana, termasuk di dalam faktor ini adalah lingkungan fisik dan tersedianya sarana kesehatan; (3) faktor penguat yakni faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak, termasuk di dalam faktor ini adalah tenaga kesehatan, keluarga, dan teman sebaya.

Dengan demikian, pengetahuan termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan, yang dalam hal ini tindakan hygiene menstruasi. Pengetahuan akan menstruasi sangat diperlukan untuk dapat mendorong remaja yang mengalami menstruasi agar menjaga higienitasnya pada saat menstruasi. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk melihat apakah ada hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan tindakan higinitas pada saat menstruasi.

Identifikasi Masalah

            Beberapa penelitian yang mengidentifikasi perilaku dan sikap remaja perempuan terhadap hygiene menstruasi menunjukkan masih ada remaja perempuan yang berperilaku kurang baik selama masa menstruasi. Toha M dan Krisna D (2004) menemukan sebanyak 32,4 % siswi di SLTP PGRI Ciputat dengan higiene menstruasi yang kurang baik dan 67,6 % siswi dengan perilaku hygiene menstruasi yang baik. Siswi dengan pengetahuan yang baik tentang menstruasi sebanyak 60,4 % dan siswi dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 39,6 %. Read the rest of this entry

Iklan