KEGIATAN POKOK SURVAILANS

Survailans Epidemiologi

Pertemuan II

dr. Edison, M.PH
 

Tahap Kegiatan Survailans :

I.            Tahap persiapan

  1. Tetapkan tujuan
  2. Tetapkan defenisi kasus
  3. Tentukan sumber data
  4. Tetapkan instrument
  5. Bagaimana sistemnya
  6. Tentukan indicator, teknik analisis, dan sistem diseminasi informasi
  7. Umpan balik

 

Contoh kejadian yang membutuhkan survailans :

  1. Epidemik, ex: DHF, hepatitits, meningitis, diare
  2. Malnutrisi, ex : KEP, obesitas
  3. Menular melalui vector, ex : rabies, pes
  4. Polusi lingkungan, ex : air, udara
  5. Kejadian demografi, ex : kelahiran dan kematian

 

II.            Tahap pengumpulan data

Tahap pengumpulan data merupakan tahap awal dan tahap yang paling krusial

  1. Data yang dikumpulkan harus

–          Sistematis = urutan jelas sehingga pengambilan kesimpulan mudah dilakukan

–          Terus menerus = untuk melihat trend an variasi

–          Lengkap, tepat waktu, dan jujur

  1. Sumber data = harus cukup banyak
  2. Sistem pengumpulan data

–          Primer = proses rutin yang berasal dari :

  • registrasi kematian
  • laporan kesakitan
  • laporan dari lab, masyarakat, dll

–          Sekunder = sesuai kebutuhan, ex : sekolah di UKS

  1. Dalam pengumpulan data perhatikan :

–          Kasus yang tepat, sesuai criteria

–          Pencatatan cermat : jangan banyak yang missing dan tulisan yang tak bisa dibaca

–          Format tersedia dengan baik dan cukup

–          Instrument dimengerti

–          Penyimpanan data baik

–          Kontrol yang baik

–          Sistem pengiriman benar dan jelas

 

III.            Tahap Analisis dan Interpretasi

 

IV.            Diseminasi dan Advokasi

Diseminasi diberikan kepada orang-orang yang berkepentingan untuk umpan balik

Advokasi dilakukan kepada bupati / walikota dan DPRD untuk meyakinkan

 

V.            Evaluasi

  1. Efektivitas sistem
  2. Jumlah penyakit yang diamati
  3. Dampak diseminasi dan advokasi
  4. Waktu, dana, dan tenaga yang diperlukan

 

 

About Nilna R.Isna

Aku menjadi aku sebagaimana aku adalah aku.

Posted on September 5, 2012, in Survailans Epidemiologi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: