Monthly Archives: September 2012

Sistem Pelayanan Kesehatan Norwegia

PENULIS : Nilna R. Isna

PENDAHULUAN

System kesehatan dijelaskan berdasarkansystem dan komponen-komponen yang berpengaruh dan membentuk system kesehatan itu sendiri. Sebagai tambahan akan disampaikan permasalahan kesehatan yang sekarang sedang terjadi beserta perlunya suatu hubungan yang terintegrasi antara system kesehatan di daerah yang sesuai visi dan misi system kesehatn nasional.

Berbagai perubahan dan tantangan strategis yang mendasar seperti globalisasi, demokratisasi, desentralisasi, krisis multidimensi, serta pemahaman kesehatan sebagai hak asasi dan investasi mendorong terjadinya revisi terhadap system kesehatan yang yang selama inni menjadi dasar pembangunankesehatan.

Secara global, yang terjadi di dunia selama ini adalah adanya variasi outcomes antara poetnsi system dan performance sebenarnya di berbagai Negara berkembang, padahal memiliki sumber dan kesempatan yang relative sama. Hal ini sangat terkait dengan keefektifan dan kemampuan system yang digunakan dalam memberdayakan semua sumber daya untuk menghasilkan outcomes yang diingginkan.

PEMBAHASAN

2.1 Welfare System di Norwegia

Bersama dengan negara-negara Skandinavia lainnya, Denmark dan Swedia, Norwegia adalah salah satu negara yang masih percaya pada mekanisme negara kesejahteraan (welfare state). Selama ini negara-negara tersebut selalu berada dalam peringkat atas HDI. Peringkat tinggi yang dicapai negara-negara Skandinavia tersebut sebenarnya tak terlalu mengherankan apabila dilihat dari aspek kemampuan ekonomi negara dan mapannya sistem pengelolaan jaminan sosial lewat model welfare state.

Asumsi yang mendasar dari model ini adalah bahwa pasar kapitalis memiliki logika yang sekedar mencari keuntungan ekonomi. Implikasinya pasar dianggap tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang bersifat sosial. Sementara di sisi lain negara dianggap ada dan didisain untuk mewujudkan kesejahteraan sosial. Dengan begitu maka negara menjadi institusi utama yang mesti berperan dalam menjalankan pelayanan publik.

Dengan sistem ini maka dimaksudkan bahwa negara memiliki tujuan untuk memastikan bahwa seluruh warga negara mendapatkan keamanan ekonomi dan keamanan sosial (social and economic safety). Negara juga menjamin bahwa semua warga negara berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan, tanpa memperhatikan kelas sosial atau pendapatan ekonominya (Ellingson, Mac Donald-2000). Read the rest of this entry

Iklan

Pengantar Asuransi Kesehatan

Asuransi adalah suatu upaya untuk memberikan perlindungan terhadap kemungkinan yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomi.

Asuransi adalah suatu program jaminan pemeliharaan kesehatan kepada masyarakat yang biayanya dipikul bersama melalui prinsip kegotongroyongan dalam mengatasi pembiayaan kesehatan oleh masyarakat yaitu dengan sistem konstribusi terorganisir yang dilaksanakan secara pra-upaya.

Latar belakang adanya asuransi kesehatan :

1. Subsistem pembiayaan

–          Upaya meningkatkan dana

–          Perbaiki penyebaran dan pemanfaatan dana

–          Mengendalikan biaya

2. Sifat/Ciri Pelayanan kesehatan

–          Uncertainty = ketidakpastian akan kebutuhan pelayanan kesehatan, baik tempat, waktu, maupun besar biaya.

–          Asimetry Information = dimana pasien berada pada posisi lemah

–          Eksternality = sakit seseorang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor luar

3. Merupakan respon atas peningkatan biaya kesehatan

Hal ini diakibatkan karena meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan peningkatan demand masyarakat, peningkatan pertumbuhan dan perkembangan teknologi / industri kedokteran, peran swasta lebih tinggi, jumlah penduduk lebih banyak, dan masalah kesehatan semakin besar baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

4. Kemampuan pemerintah terbatas.

Oleh karena itu, perlu mobilisasi dana dari masyarakat.

Bentuk Pokok Sistem Kesehatan

  1. Policy Maker :Pemerintah yang merumuskan kebijakan
  2. Health Consumer : Pasien atau peserta asuransi yang memanfaatkan
  3. Health Provider : Penyelenggara upaya kesehatan

Secara umum, ada 3 pelaksanaan sistem kesehatan

  1. Monopoli pemerintah : semua upaya kesehatan dilakukan oleh pemerintah, ex : negara sosialis
  2. Dominasi pemerintah : peran pemerintah lebih besar, pengaruh swasta sedikit sekali, ex : negara berkembang
  3. Dominasi swasta : peran pemerintah lebih kecil, pengaruh swasta lebih besar, ex: negara maju

BUDGET CONCEPT

Tugas Asuransi Kesehatan / JPKM

BUDGET CONCEPT

Dosen Pembimbing : Dr. Rima Semiarty, MARS

Penulis :

Nilna Rahmi Isna                  07122009

Khairunissa Ifmi                   07122015

Ayulia Fardila Sari ZA         07122030

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

2009

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembiayaan kesehatan semakin meningkat dari waktu ke waktu dan dirasakan berat baik oleh pemerintah, dunia usaha terlebih-lebih masyarakat pada umumnya. Untuk itu berbagai Negara memilih model sistem pembiayaan kesehatan bagi rakyatnya, yang diberlakukan secara nasional.

Di Indonesia dikembangkan asuransi kesehatan sosial (Jaminan Kesehatan/JK) di mana diatur dalam UU No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial (SJSN) yang merupakan salah satu program bersama program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP). Program JK diselenggarakan secara nasional, berdasar prinsip asuransi sosial dan ekuitas. Tujuannya adalah untuk memberikan manfaat pemeliharaan kesehatran dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.

Prinsip asuransi sosial program JK dalam SJSN meliputi kepesertaan yang bersifat wajib dan non diskriminatif bagi kelompok formal, iuran berdasar persentase pendapatan menjadi beban bersama antara pemberi dan penerima kerja sampai batas tertentu, sehingga ada kegotong-royongan antara yang kaya-miskin, resiko sakit tinggi-rendah, tua-muda dengan manfaat pelayanan medik yang sama (prinsip ekuitas), dan pelayanan dapat diakses secara nasional (portabilitas), bersifat komprehensif, dengan manfaat pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, termasuk obat dan bahan medis habis pakai. Pengelolaannya dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, nirlaba, transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Dana program merupakan dana amanat yang digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta.

Kekhususan program JK dalam SJSN adalah bahwa Badan Penyelenggara harus mengembangkan sistem pelayanan kesehatan, sistem kendali mutu pelayanan dan sistem pembayaran pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi jaminan kesehatan. Penyelenggaraan jaminan kesehatan menerapkan prinsip-prinsip managed healthcare concept, misalnya penerapan konsep dokter keluarga, konsep rujukan, konsep wilayah serta pembayaran prospektif (Prospective Payment System) misalnya kapitasi, sistem budget,  tarif paket, dan DRG’s (Diagnosis Related Groups). Pelayanan obat diberikan sesuai dengan daftar dan harga tertinggi obat-obatan, serta bahan medis habis pakai yang ditetapkan.

Dalam makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai  Budget Concept atau Sistem Budget.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan pembuatan makalah ini antara lain :

  1. Memberikan pemahaman tentang gambaran umum asuransi
  2. Memberikan pemahaman tentang Prospective Payment System
  3. Memberikan pemahaman tentang pengertian, kelebihan,dan kelemahan Budget Concept
  4. Menunjukkan penerapan Budget Concept dalam asuransi kesehatan.

BAB II

PEMBAHASAN

 2.1 Asuransi Kesehatan

Asuransi adalah suatu perjanjian dimana si penanggung dengan menerima suatu premi meningkatkan dirinya untuk memberikan ganti rugi kepada tertanggung yang mungkin diderita karena terjadinya suatu peristiwa yang mengandung ketidakpastian dan yang akan mengakibatkan kehilangan, kerugian atau kehilangan suatu keuntungan.

Asuransi pada dasarnya juga adalah suatu mekanisme untuk mengalihkan resiko (ekonomi) perorangan menjadi kelompok. Datangnya suatu resiko termasuk resiko sakit sering tidak dapat diperhitungkan, sehingga apabila resiko itu ditanggung masing-masing orang  yang terkena resiko, beban resiko (ekonomi) akan terasa berat. Tetapi bila resiko itu perorangan itu dialihkan menjadi resiko kelompok (risk sharing) maka resiko itu dapat diperhitungkan.

Asuransi kesehatan adalah suatu program jaminan pemeliharaan kesehatan kepada masyarakat yang biayanya dipikul bersama oleh masyarakat melalui sistem kontribusi yang dilaksanakan secara pra upaya.

Asuransi bertujuan antara lain : 1) Mewujudkan ketentraman jasmani dan rohani, 2)Mendapatkan jaminan dalam mengurangi ketidakpastian dimasa yang akan datang, 3) Memperoleh jaminan sosial dan ekonomi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan.

  Read the rest of this entry