Pelatihan Perilaku Hidup Bersih Sehat (Program KKN-2)

Judul Utama Program KKN :

“Pemberdayaan Hidup Bersih Sehat Berbasis Masyarakat di Korong Campago, Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman.”

Analisis Situasi

Korong Campago, Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Korong Campago merupakan salah satu dari 12 korong yang ada di Nagari Campago. Secara geografis, korong Campago berada di wilayah bagian barat Nagari Campago.

Batas-batas Korong Campago antara lain :

Utara        : Korong Kampung Pauh

Timur        : Batang Nareh Korong Padang Manih

Barat        : Kenagarian Pilubang, Kecamatan Sungai Limau

Selatan     : Korong Bayua dan Korong Sungai Jilatang

Jumlah penduduk Korong Campago mencapai lebih kurang 1.200 orang dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 300 KK dan jumlah rumah sebanyak 200 rumah. Adapun sarana dan prasarana Korong Campago terdiri dari 6 buah musholla, 2 buah mesjid, 1 buah Sekolah Dasar, 1 buah lapangan bulu tangkis, dan 1 buah puskesmas pembantu dengan 2 buah posyandu. Sebagian besar perekonomian penduduk berasal dari pertanian. Kelompok Tani di Korong Campago bernama Campago Saiyo.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Wali Korong Campago diketahui bahwa dari segi kesehatan, masyarakat masih membutuhkan beberapa pemahaman tentang cara hidup sehat serta masih kurangnya pasrtisipasi masyarakat terhadap upaya-upaya kesehatan masyarakat. Atas dasar analisa situasi tersebut, maka mahasiswa KKN yang berasal dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas merumuskan program “Pemberdayaan Hidup Bersih Sehat Berbasis Masyarakat di Korong Campago, Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman.”

Perumusan Masalah

Kurangnya pengetahuan siswa SDN 02 V Koto Kampung Dalam mengenai Perilaku Hidup Bersih Sehat

Pemecahan Masalah

Pelatihan Perilaku Hidup Bersih Sehat di SDN 02 V Koto Kampung Dalam

Tujuan Program

Meningkatkan pengetahuan siswa SDN 02 V Koto Kampung Dalam mengenai Perilaku Hidup Bersih Sehat.

Manfaat Program

Siswa mendapatkan pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih Sehat serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Program

Waktu : 24 Juli – 7 Agustus 2010

Tempat : SDN 02 V Koto Kampung Dalam

 

Materi Program

a. Cuci Tangan Pakai Sabun

Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi bersih, sebagai bagian dari ritual keagamaan, ataupun tujuan-tujuan lainnya.

Mencuci tangan baru dikenal pada akhir abad ke 19 dengan tujuan menjadi sehat saat perilaku dan pelayanan jasa sanitasi menjadi penyebab penurunan tajam angka kematian dari penyakit menular yang terdapat pada negara-negara kaya (maju). Perilaku ini diperkenalkan bersamaan dengan isolasi dan pemberlakuan teknik membuang kotoran yang aman dan penyediaan air bersih dalam jumlah yang mencukupi.

Dengan mencuci tangan, penyebaran kuman-kuman yang ada di tangan dapat dicegah. Kuman-kuman tersebut dapat disebarkan melalui beberapa cara, antara lain :

  • Melalui air atau makanan yang sudah terkontaminasi
  • Melalui droplet atau percikan yang dikeluarkan saat batuk atau bersin
  • Melalui tangan yang kotor yang sudah terkontaminasi
  • Melalui benda-benda lain yang sudah terkontaminasi
  • Melalui cairan tubuh seperti darah milik orang lain yang sakit

Jika tangan seseorang terkena kuman yang berasal dari salah satu sumber seperti yang telah disebutkan di atas, maka ia dapat terinfeksi oleh kuman tersebut hanya dengan menyentuhkan tangannya ke mata, hidung atau mulutnya. Infeksi kuman tersebut merupakan tahap awal timbulnya penyakit.

7 langkah mencuci tangan antara lain :

  1. Basahi kedua telapak anda dengan air mengalir, lalu croot kan sabun ke telapak usap dan gosok dengan lembut pada kedua telapak tangan.
  2. Gosok masing- masing pungung tangan secara bergantian.
  3. Jari jemari saling masuk untuk membersihkan sela-sela jari.
  4. Gosokan ujung jari (buku-buku)dengan mengatupkan jari tangan kanan terus gosokan ke telapak tangan kiri bergantian.
  5. Gosok dan putar ibu jari secara bergantian.
  6. Gosokkan ujung kuku pada telapak tangan secara bergantian.
  7. Terakhir, menggosok kedua pergelangan tangan dengan cara diputar dengan telapak tangan bergantian. Setelah itu bilas dengan menggunakan air bersih dan mengalir, lalu keringkan degan handuk.

4 hal yang benar dalam mencuci tangan adalah :

  1. Gunakan sabun.
  2. Mencuci tangan di bawah air yang mengalir.
  3. Cuci seluruh permukaan tangan, termasuk pergelangan, telapak, punggung tangan, jari-jari, dan di bawah kuku.
  4. Keringkan tangan dengan handuk dengan cara menepuk-nepukkan handuk atau lap tangan, hindari menggosok agar kulit tidak merekah dan pecah, gunakan handuk sekali pakai jika memungkinkan.

 

Berikut 10 kondisi wajib mencuci tangan :

  1. Sebelum mempersiapkan dan menyantap makanan
  2. Sebelum mengobati luka dan merawat orang sakit
  3. Sebelum menggunakan atau melepaskan lensa kontak (contact lenses)
  4. Sesudah dari kamar mandi dan kamar kecil
  5. Sesudah memasak makanan mentah, seperti daging, ayam, atau ikan.
  6. Sesudah mengganti popok
  7. Sesudah bersin atau batuk
  8. Sesudah bermain atau menyentuh binatang
  9. Sesudah mengurus sampah
  10. Sesudah merawat orang sakit

Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sangat diperlukan. Derasnya air yang mengalir mampu membersihkan kuman. Berbeda dengan mencuci tangan dalam tembala atau kobokan. Praktek mencuci tangan seperti itu tidak dianjurkan karena air dalam keadaan diam dan digunakan untuk mencuci tangan yang kotor justru menjadi tempat berkumpulnya kuman penyakit dan menempel lagi saat tangan diangkat dari wadah tersebut. Membersihkan tangan dengan sabun membantu untuk melepaskan lemak, minyak, dan protein di mana zat-zat ini merupakan bagian dari kotoran organik.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah membersihkan tangan menggunakan cairan antiseptik berisi alkohol atau non alkohol. Namun, cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol tidak efektif membunuh bacteria lain seperti e-coli penyebab diare dan salmonella penyebab demam tipus. Mencuci tangan dengan antiseptik baru dianjurkan apabila keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengakses air dan sabun, seperti dalam ketika dalam perjalanan. Selain dengan antiseptik, juga dikembangkan mencuci tangan menggunakan tisyu basah. Beberapa tisu basah telah mengandung wewangian beralkohol, antibakteri, dan minyak almond agar kulit tangan tidak kering. Namun, menurut Hendrawan Nadesul, tisu basah tidak baik untuk mencuci tangan karena hanya mengembalikan kuman bolak-balik di tangan.

b. Kesehatan Gigi dan Gusi

Anatomi Gigi dan Gusi

Macam-macam gigi berdasarkan bentuk dan fungsinya:

  1. Gigi seri
  2. Gigi taring
  3. Gigi geraham

Macam-macam gigi berdasarkan masa tumbuhnya :

  1. Gigi susu atau gigi sulung
  2. Gigi tetap

Gusi yang sehat berwarna merah muda, namun adakalanya berwarna agak kecoklatan karena mengandung pigmen. Gusi melekat erat di sekitar mahkota gigi, tipis, mengkilap, dan tidak menggelembung.

                     Macam-macam penyakit gigi dan mulut:

  1. Gigi keropos/berlubang
  2. Radang gusi: gusi yang memerah dan mudah berdarah bila disentuh
    1. Karang gigi: lapisan keras pada leher gigi akibat endapan sisa makanan yang mengeras.

                 Pencegahan penyakit gigi dan mulut:

  1. Hilangkan plak dengan sikat gigi teratur minimal 2 kali sehari
  2. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluor untuk menguatkan gigi
  3. Gunakan zat pewarna plak untuk melihat apakah gigi sudah bersih
  4. Pilihlah sikat gigi berbulu halus, permukaan datar, dan kepala sikat kecil
  5. Hindari makanan yang dapat merusak gigi seperti permen dan coklat.
  6. Pilihlah makan yang dapat menyehatkan gigi seperti buah dan sayuran
  7. Bila gigi terasa ngilu segera periksakan ke dokter
  8. Hindari kebiasaan sering menggigit jari, pensil, bibir, membuka botol dengan gigi
  9. Periksalah ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali

Cara menyikat gigi yang baik dan benar adalah sebagai berikut :

1)    Letakkan posisi sikat 45 derajat terhadap gusi

2)      Gerakan sikat dari arah gusi kebawah untuk gigi rahang atas (seperti mencungkil)

3)      Gerakan sikat dari arah gusi ke atas untuk gigi rahang bawah

4)      Sikat seluruh permukaan yang menghadap bibir dan pipi serta permukaan dalam dan luar gigi dengan cara tersebut.

5)      Sikat permukaan kunyah gigi dari arah belakang ke depan.

c. Kebersihan Lingkungan

Kesehatan dapat diwujudkan jika lingkungan juga sehat yaitu dengan cara:

  1. Rumah yang memenuhi syarat rumah sehat
  2. Adanya air bersih dan air sehat
  3. Air bekas dibuang melalui saluran pembuangan yang memenuhi syarat
  4. Jamban keluarga dipelihara dengan baik
  5. Membuang sampah dengan benar

                 Rumah Sehat

Syarat rumah sehat secara sederhana antara lain:

  1. Memiliki ruangan terpisah untuk keperluan sehari-hari dan mempunyai ukuran yang memadai.
  2. Tersediannya air bersih, saluran pembuangan limbah, tempat sampah, jamban, dan saluran pembuangan air hujan.
  3. Kamar-kamar harus mempunyai jendela dan terdapat ventilasi serta dibuat menghadap arah angin. Jendela kamar selalu di buka pada siang hari.
  4. Pertukaran udara dalam rumah harus lancar.
  5. Pada pagi hari, sinar matahari dapat masuk dan pada malam hari terdapat penerangan yang cukup untuk membaca.
  6. Dinding dan lantai harus kering dan tidak lembab.
  7. Asap dapur mempunyai jalan keluar melaui lubang-lubang langit-langit.
  8. Halaman rumah harus selalu bersih dan halaman ditanami dengan tanaman yang bermanfaat.
  9. Jika terdapat kandang peliharaan hewan ternak, jaraknya lebih dari 10 meter dari rumah.
  10. Tidak terdapat jentik-jentik, nyamuk, lalat, kecoa, dan tikus.

                   Air Bersih dan Air Sehat

Air bersih adalah air yang jernih, tidak berbau, tidak berwarna (tampak bening), tidak berasa, dan tidak tampak adanya kotoran, serangga, dan kuman.

Sumber air bersih dapat diperoleh dari:

  1. Sumur pompa tangan.
  2. Sumur gali tertutup.
  3. Mata air yang dirawat atau dari air perpipaan.
  4. Penampungan air hujan, jika tidak ada sumber lain.

Air sehat adalah air yang sudah dimasak, dan dalam pemeriksaan mikroskop tidak mengandung bibit atau kuman penyakit dan tidak mengandung zat kimia yang berlebihan.

                   Pembuangan Air Limbah

Air limbah atau air bekas dari kamar mandi, dapur atau cucian yang dapat mengotori sumur, sungai, dan danau. Air bekas jika tidak dibuang dapat:

  1. Mengganggu kesehatan.
  2. Mengganggu pemandangan.
  3. Menimbulkan bau busuk.
  4. Menjadi sarang nyamuk yang dapat menularkan penyakit.
  5. Mencemari sumber air minum.
  6. Mengurangi jumlah tanah yang seharusnya dapat digunakan.

                   Jamban Keluarga

Cara menggunakan jamban yang benar:

  1. Setelah jamban dipakai, saluran jamban disiram denagn air hingga tidak ada kotoran.
  2. Sediakan air yang cukup untuk cebok dan menyiram lubang jamban kemudian gunakan sabun untuk mencuci tangan.
  3. Bila keluar dari toilet, kita harus yakin bahwa jamban telah bersih.

                   Sampah

Sampah adalah benda-benda bekas yang tidak terpakai lagi. Macam-macam sampah antara lain :

  1. Sampah anorganik/kering adalah sampah yang tidak dapat megalami pembusukan secara lami. Contoh: logam, besi, kaleng, dan lain-lain.
  2. Sampah organik/basah adalah sampah yang dapat mengalami pembusukan secara alami. Contoh: sampah dapur, sampah restoran, rempah-rempah, dan lain-lain.
  3. Sampah berbahaya adalah sampah yang dapat membahayakan tubuh secara langsung. Contoh : baterai, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas, dan lain-lain.
Metode Pelaksanaan

                  Metode yang digunakan dalam pelatihan PHBS adalah :

  1. Ceramah

Materi-materi dalam PHBS diterangkan dan dijelaskan secara lisan kepada kelompok sasaran sehingga memperoleh informasi secara satu arah. Dalam metode ini dibuka sesi tanya-jawab dan sesi uji-materi kepada kelompok sasaran.

  1. Demonstrasi

Materi-materi PHBS ditunjukan dengan memperlihatkan bagaimana cara melakukan suatu tindakan dengan menggunakan alat peraga. Metode demonstrasi digunakan untuk menjelaskan :

  1. 7 langkah mencuci tangan
  2. 4 hal yang benar dalam mencuci tangan
  3. Cara menyikat gigi yang benar
  4. Memisahkan sampah organik, non-organik, dan berbahaya
  5. Praktek

Peserta pelatihan mempraktekkan secara langsung :

  1. 7 langkah mencuci tangan di tempat mencuci tangan SDN 02 V Koto Kampung Dalam.
  2. Cara menyikat gigi yang benar.
  3. Memisahkan sampah organik, non-organik, dan berbahaya pada saat goro bersama membersihkan lingkungan sekolah.
Hasil dan Pembahasan

Pelatihan PHBS dilakukan secara menyeluruh kepada siswa-siswi kelas IV, V, dan VI SDN 02 V Koto Kampung Dalam. Dengan pelatihan PHBS, siswa-siswi menjadi lebih paham manfaat mencuci tangan, menyikat gigi, dan menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, siswa-siswi juga mengerti dan dapat mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari bagaimana cara mencuci tangan yang benar, menyikat gigi yang benar, dan menjaga kebersihan lingkungan dengan baik dan benar.

Dalam pelatihan PHBS, semua siswa tampak antusias dalam mendengarkan materi yang disampaikan melalui metode ceramah. Adapun materi yang dapat dipahami dengan seksama oleh siswa adalah 7 langkah mencuci tangan karena disampaikan dan didemonstrasikan melalui nyanyian. Berikut nyanyian 7 langkah mencuci tangan yang dinyanyikan dengan irama “Dua Mata Saya” :

 

Ada tujuh langkah, untuk cuci tangan, mulai dari depan, sampai ke belakang, sela-sela jari, buku-buku jari, kuku-kuku jari, jempol pergelangan”

 

Pada saat sesi tanya-jawab beberapa siswa mengacungkan tangan untuk bertanya. Adapun beberapa pertanyaan yang muncul adalah:

  1. Penyakit apa yang dapat ditimbulkan apabila tidak mencuci tangan?
  2. Bagaimana cara mencuci tangan apabila tidak ada kran?
  3. Berasal dari mana saja kuman yang menempel di tangan kita?
  4. Apa akibat jika kita tidak menyikat gigi?
  5. Apa obat sakit gigi?
  6. Penjelasan kembali perbedaan antara sampah organik, non-organik, dan berbahaya?
  7. Dimanakah sebaiknya kita membuang baterai yang sudah tidak digunakan lagi?
  8. Apa akibatnya jika kita tidak memiliki WC di rumah?

 

Pada sesi uji-materi, siswa dipersilahkan menunjuk tangan apabila dapat menjawab pertanyaan dari meteri yang diujikan. Pada sesi ini, siswa dinilai dapat menangkap dengan baik materi yang disampaikan. Adapun materi yang diujikan adalah :

  1. 7 langkah cuci tangan
  2. 4 hal wajib dalam mencuci tangan
  3. 5 Waktu wajib mencuci tangan
  4. Macam-macam penyakit gigi
  5. Cara menyikat gigi
  6. Perbedaan antara sampah organik, non-organik, dan berbahaya
Kesimpulan
Siswa-siswi SDN 02 V Koto Kampung Dalam terutama kelas IV, V, VI secara menyeluruh mendapatkan materi mengenai Perilaku Hidup Bersih Sehat yang difokuskan kepada materi mencuci tangan, menyikat gigi, dan menjaga kebersihan lingkungan
Saran
Pihak sekolah SDN 02 V Koto Kampung Dalam diharapkan memasukkan materi PHBS ke dalam kurikulum Pengembangan Diri yang dijadwalkan setiap hari Sabtu.
About these ads

Tentang Nilna R.Isna

Aku menjadi aku sebagaimana aku adalah aku.

Posted on Juli 25, 2011, in Program KKN. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Selamat Kuliah semoga berprestasi, kembangkan ilmu kesehatan masyarakat , dengan moto Masyarakat Sehat, Kapan Kongres nya, jgn lupa undangan nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: