Sensus Kesehatan (Program KKN-1)

Judul Utama Program KKN :

“Pemberdayaan Hidup Bersih Sehat Berbasis Masyarakat di Korong Campago, Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman.”

Analisis Situasi

Korong Campago, Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Korong Campago merupakan salah satu dari 12 korong yang ada di Nagari Campago. Secara geografis, korong Campago berada di wilayah bagian barat Nagari Campago.

Batas-batas Korong Campago antara lain :

Utara        : Korong Kampung Pauh

Timur        : Batang Nareh Korong Padang Manih

Barat        : Kenagarian Pilubang, Kecamatan Sungai Limau

Selatan     : Korong Bayua dan Korong Sungai Jilatang

Jumlah penduduk Korong Campago mencapai lebih kurang 1.200 orang dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 300 KK dan jumlah rumah sebanyak 200 rumah. Adapun sarana dan prasarana Korong Campago terdiri dari 6 buah musholla, 2 buah mesjid, 1 buah Sekolah Dasar, 1 buah lapangan bulu tangkis, dan 1 buah puskesmas pembantu dengan 2 buah posyandu. Sebagian besar perekonomian penduduk berasal dari pertanian. Kelompok Tani di Korong Campago bernama Campago Saiyo.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Wali Korong Campago diketahui bahwa dari segi kesehatan, masyarakat masih membutuhkan beberapa pemahaman tentang cara hidup sehat serta masih kurangnya pasrtisipasi masyarakat terhadap upaya-upaya kesehatan masyarakat. Atas dasar analisa situasi tersebut, maka mahasiswa KKN yang berasal dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas merumuskan program “Pemberdayaan Hidup Bersih Sehat Berbasis Masyarakat di Korong Campago, Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman.”

Perumusan Masalah

Perlunya sensus kesehatan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan Pola Hidup Bersih Sehat.

Pemecahan Masalah

Sensus Kesehatan di Korong Campago Nagari Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam

Tujuan Program

Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan Pola Hidup Bersih Sehat melalui sensus kesehatan.

Manfaat Program

Masyarakat mendapatkan hasil sensus kesehatan sehingga bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk mewujudkan Pola Hidup Bersih Sehat.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Program

Waktu : 26 Juli – 3 Agustus 2010

Tempat : Korong Campago

Materi Program

Sensus, disebut juga cacah jiwa, adalah sebuah proses mendapatkan informasi deskriptif tentang anggota sebuah populasi. Sensus kesehatan adalah sensus dengan informasi deskriptif yang memfokuskan kepada hal-hal yang terkait dengan bidang kesehatan. Variabel yang digunakan dalam sensus kesehatan ini adalah nomor, nama, umur, pendidikan terakhir, pekerjaan, tekanan darah, merokok, kondisi sumber air dan sanitasi. Khusus untuk ibu hamil, variabel yang digunakan adalah nomor, nama ibu, usia kehamilan (minggu), paritas ke, pemeriksaan ANC pada bulan terakhir (rutin/tidak rutin), BB, dan tablet besi 90 tablet. Sementara untuk balita, variabel yang digunakan adalah nomor, nama balita, usia (bulan), pendidikan ibu, pekerjaan ayah, jumlah bersaudara, berat badan (juli), dan berat badan (agustus).

Metode Pelaksanaan

Tahap Persiapan

        Tahap persiapan dilakukan dengan memohon izin pelaksanakan sensus kepada masyarakat secara langsung dengan melakukan pertemuan antara mahasiswa dengan masyarakat yang dihadiri wali korong, ketua pemuda, bundo kanduang, kader posyandu, dan tokoh masyarakat setempat.

 

 Tahap Pelaksanaan

        Metode yang digunakan dalam sensus kesehatan ini adalah metode door-to-door dengan mendatangi langsung rumah warga. Sensus kesehatan dilaksanakan 3 hari yaitu 26, 27, dan 29 Juli 2010. Variabel yang digunakan adalah tabel data kesehatan masyarakat yang terdiri dari Nomor, Nama, Umur, Pendidikan Terakhir, Pekerjaan, Tekanan Darah, Merokok, dan Kondisi Sumber Air dan Sanitasi. Untuk menarik perhatian masyarakat dilakukan pengukuran tekanan darah (tensi).

Untuk sensus ibu hamil (sesuai format dari fakultas), variabel yang digunakan adalah nomor, nama ibu, usia kehamilan (minggu), pemeriksaan ANC pada bulan terakhir (rutin/tidak rutin), BB, dan tablet berisi 90 tablet. Untuk sensus balita, variabel yang digunakan adalah nomor, nama balita, usia (bulan), pendidikan ibu, pekerjaan ayah, jumlah bersaudara, berat badan (juli), dan berat badan (agustus). Sensus ibu hamil dan balita, selain dilaksanakan pada saat sensus kesehatan secara umum, juga dicheck dan re-check kembali pada saat kunjungan ke posyandu pada minggu kedua bulan agustus tepatnya 2 dan 3 Agustus 2010.

Hasil dan Pembahasan

          Sensus kesehatan dilakukan melalui pendataan door-to-door dengan tabel data sheet. Adapun hasil sensus kesehatan berdasarkan analisis univariat descriptive statistic adalah sebagai berikut : (langsung hasil, maaf tdk melampirkan tabel n pie chart)

a.      Jenis Kelamin

Dari pie chart diketahui, penduduk dewasa berjenis kelamin perempuan lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki yaitu perempuan 54,5 % dan laki-laki 45,5 %.

b.   Pendidikan Terakhir

Dari pie charts di atas diketahui, mayoritas penduduk berpendidikan SD yaitu 39 %, disusul SMP yaitu 25,2 %, SMA yaitu 21,1 %, Tidak sekolah 9,8 %, dan akademi/sarjana pada posisi terakhir yaitu masing-masing 2,4 %.

c.       Pekerjaan

Dari pie charts di atas diketahui, mayoritas penduduk adalah ibu rumah tangga yaitu 39,84 %. Hal ini menandakan hampir semua ibu dalam sebuah keluarga tidak bekerja atau bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sementara pekerjaan sebagai petani berjumlah sekitar 20,33 %, Wiraswasta 17,89 %, tidak bekerja 6,50 %, PNS/Guru/Pensiunan 5,69 %, dan buruh serta swasta masing-masing 2,4 %.

d.      Tekanan Darah

Dari pie charts di atas diketahui, mayoritas penduduk dewasa memiliki tekanan darah normal yatu 88,6 %. Hanya 9,8 % dengan tekanan darah rendah dan 1,6 % dengan tekanan darah tinggi.

e.         Sumber Air dan Sanitasi

Dari pie charts di atas diketahui, mayoritas sumber air berasal dari sumur yang diambil dari mata air di dalam rumah yaitu 61,79 %. Namun tidak sedikit yang mendapatkan sumber air dari sumur umum, baik yang dibangun oleh relawan gempa maupun yang dibangun bersama oleh masyarakat yaitu 28,46%. Sumber air yang berasal dari sumur batang aia dilengkapi dengan saringan juga menjadi sumber air. Sekitar 6,5 % masyarakat menggunakan sumber air dari sumur batang aia dengan saringan ini. Selain itu, masih terdapat masyarakat yang mendapatkan sumber air dari kulah atau tadah penampung air hujan yaitu 3,25 %.

f.       Status WC/Jamban

Dari pie charts di atas diketahui, penduduk yang memiliki WC/Jamban pribadi (56,9%) hampir sama dengan yang tidak memiliki jamban (43,09%). Penduduk yang memiliki jamban pribadi pada umumnya disatukan dengan kolam/tabek milik pribadi yang berada di belakang rumah. Penduduk yang tidak memiliki WC/Jamban pribadi, pada umumnya menggunakan WC umum dan batang aia.

g.      Status Merokok

Status merokok ditinjau dari setiap kepala keluarga di Korong Campago. Dari 50 orang kepala keluarga yang disensus, mayoritas kepala keluarga merokok yaitu 38 orang (76 %). Sedangkan yang tidak merokok hanya 12 orang (24%).

Kesimpulan

Melalui sensus kesehatan yang dilakukan secara door-to-door, masyarakat secara tidak langsung mendapatkan beberapa pengarahan dan pengetahuan oleh mahasiswa KKN tentang pola hidup bersih dan sehat yang dapat diwujudkan oleh masyarakat guna peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Saran

Hasil sensus kesehatan diharapkan dapat dikembangkan lagi dan dianalisis korelasinya untuk mendapatkan data-data yang valid mengenai epidemiologi penyakit di Korong Campago. Sehingga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam mewujdkan pola hidup bersih sehat.

Lampiran

     

About Nilna R.Isna

Aku menjadi aku sebagaimana aku adalah aku.

Posted on Juli 23, 2011, in Program KKN. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: