Pengantar Statistik Kesehatan

Biostatistik Kesehatan
Pertemuan I
Dr. Edison, MPH

Statistik dipakai dalam masalah-masalah kesehatan, baik dalam rencana, aplikasi, evaluasi, maupun monitoring. Statistik menjadi penting karena setiap pencatatan permasalahan kesehatan diperlukan untuk melakukan perbaikan.

Ruang Lingkup statistika kesehatan :
•    Statistika perikehidupan, berupa kelahiran, kematian, dan perkawinan
•    Mortalitas
•    Fertilitas
•    Morbiditas
•    Pelayanan Kesehatan
•    Demografi
•    Lingkungan
•    Gizi

Guna statistik kesehatan, antara lain :
1.    Mengukur derajat kesehatan masyarakat
2.    Memonitor kemajuan status kesehatan di suatu daerah
3.    Mengevaluasi program kesehatan
4.    Membandingkan status kesehatan di berbagai daerah
5.    Memotivasi tenaga kesehatan dan policy maker (pembuat kebijakan,-red) untuk menyelesaikan masalah kesehatan
6.    Menentukan prioritas masalah kesehatan

INDIKATOR adalah variabel-variabel yang digunakan untuk mengukur status kesehatan.
Guna Indikator adalah untuk mengukur, memonitor, dan alat bantu evaluasi
Indikator terbagi 2 :
1.    Indikator langsung : dapat dilihat
2.    Indikator tidak langsung : tidak dapat dilihat tetapi bagaimana ia memberikan hasil
Contoh Indikator :
Imunisasi     : Indikator langsung = berapa banyak anak yang telah diimunisasi BCG.
Indikator tidak langsung = berapa banyak penurunan prevalensi TBC pada anak yang
diimunisasi BCG.
PMT pada anak    : Indikator langsung = jumlah anak yang diberi PMT
Indikator tidak langsung = perubahan status gizi anak tersebut

Contoh evaluasi apabila TBC tidak menurun : dosis tidak tepat, vaksin tidak cukup, imunisasi terlalu dalam, status gizi anak kurang sehingga tubuh tidak membentuk imun, dan lain-lain.

Indikator baik apabila : VRSS
–    Valid = mengukur yang seharusnya
–    Reliable = hasil sama pada waktu dan keadaan berbeda
–    Spesific = ada perubahan hanya pada fenomena bersangkutan
–    Sensitive = peka terhadap perubahan

NILAI ABSOLUT adalah jumlah orang / frekuensi
Guna nilai absolut : merencanakan perbaikan
Contoh nilai absolut : Data PUS (Pasangan Usia Subur) untuk menentukan target akseptor KB
Kelemahan nilai absolute : Tidak dapat digunakana untuk membandingkan status kesehatan antar satu wilayah dengan wilayah lain.

RASIO adalah perbandingan secara relative (a/b)
Kriteria : -a dan b tidak harus sama, a bukan bagian dari b
Kelebihan : lebih mudah karena tidak perlu “population at risk”
Kelemahan : Tidak dapat digunakan untuk memonitor status kesehatan dan tidak dapat menentukan nilai yang lebih besar

PROPORSI dan RATE
Proporsi : untuk data yang tidak memperhatikan waktu
Rate : untuk data yang memperhatikan waktu
Proporsi dan rate dipakai untuk menentukan : Incidence Mortality Rate, Incidence Rate, Prevelance Rate, dan lain-lain

About Nilna R.Isna

Aku menjadi aku sebagaimana aku adalah aku.

Posted on Februari 11, 2009, in Statistik Kesehatan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: