Monthly Archives: Februari 2009

Pendahuluan Survailans Epidemiologi

Survailans Epidemiologi
Pertemuan I
dr. Edison, M.PH

Survailans  kegiatan pencegahan dan penanggulangan dengan melakukan pengamatan dan pengumpulan data secara teratur dan terus menerus.

Ruang lingkup survailans :
Menurut tempat terdiri dari : masyarakat dan rumah sakit

Kegunaan survailans :
1.    Menjelaskan pola penyakit yang sedang berkembang
2.    Monitoring kecendrungan endemis
3.    Mempelajari riwayat alamiah penyakit
4.    Memberikan informasi dan data dasar untuk proyeksi pelayanan kesehatan di masa datang
5.    Memantau pelaksanaan dan daya guna program pengendalian
6.    Membantu menetapkan masalah prioritas
7.    Identifikasi kelompok risiko tinggi

Kegiatan Survailans
1.    Pengumpulan data  secara kontinu dan sistematik
2.    Pengolahan, analisis, dan interpretasi
3.    Diseminasi

Ad. 1 Pengumpulan Data
Untuk pengumpulan data, ketahui dulu kriteria penyakit
Jenis survailans :
1.    Survai aktif = petugas kesehatan langsung ke lapangan

Surveilans Aktif : data dikumpulkan oleh petugas kesehatan ( ke lapangan ) yang telah ditugaskan secara teratur yaitu : data kasus baru, data yang telah ditentukan, data tambahan yang diperlukan.
Survailans Aktif dilakukan apabila :
a.    Ada penyakit baru yang ditemukan, ex: chikunguya
b.    Bentuk penularan yang sedang dalam pengamatan, ex: flu burung
c.    Perkiraan peningkatan risiko krn perubahan musim, ex: pada musim hujan tjd DHF, musim durian banyak kejadian hipertensi
d.    Ada penyakit baru yang muncul pada populasi tertentu
e.    Masa transisi penyakit yang baru dibasmi
f.    Penyakit yang baru dibasmi, memperlihatkan insiden yang meningkat.

2.    Survai pasif = petugas kesehatan menerima laporan

Survailans Pasif : dilakukan dengan cara pengumpulan data melalui penerimaan laporan oleh petugas kesehatan dari sumber data surveillans.
Alat pengumpul data  : kuesioner

Dua hal yang penting dalam membuat kuesioner :
1. diskripsi indikator yang diharapkan
2. membuat variabel lebih operasional

Contoh : indikator derajat kesehatan ibu hamil
Variabel-variabelnya adalah :
– jumlah kunjungan ANC
– tenaga kesehatan yang dikunjungi
– keluhan kehamilan
– tempat layanan, jlh tablet besi yang dikonsumsi
– ukuran lingkar lengan atas, dsb.

Tujuan Pengumpulan Data :
1.    Menentukan kelompok risiko terbesar dari  penyakit
2.    Menentukan jenis agen dan karakteristiknya
3.    Menentukan reservoir dari penyakit infeksi
4.    Memastikan keadaan berlangsungnya transmisi
5.    Mencatat kejadian penyakit secara  keseluruhan

Jenis Data :
1.    Data primer    : untuk menjawab tujuan surveillans
2.    Data Sekunder    : harus akurat dan valid

Sumber Data Survailans :
1.    Pencatatan kematian
2.    Laporan penyakit ( sumber terpenting )
3.    Laporan KLB / Wabah
4.    Pemeriksaan laboratorium
5.    Penyelidikan peristiwa penyakit
6.    Penyelidikan wabah
7.    Survei penyakit
8.    Penyelidikan tentang distribusi vektor dan reservoir
9.    Penggunaan obat-obatan, sera dan vaksin
10.    Keterangan tentang penduduk serta lingkungannya
11.    RS, praktek umum, absen kerja, sekolah, SKRT.

Ad.2 Pengolahan, Analisis, Interpretasi
Tujuannya untuk melihat :
a. variabel2 yg dpt menggambarkan masalah
b. faktor2 yang mempengaruhinya
c. tujuan dari sistem surveilans

Berdasarkan analisis dan interpretasi dibuat :
a. tanggapan dan saran tindakan dalam masalah yg ada
b. menentukan prioritas masalah.

Analisis data menurut :  – person, tempat, waktu.

Waktu analisis dan Interpretasi harus :
1. Memahami kualitas data dan mencari metode terbaik untuk menarik kesimpulan
2. Menarik kesimpulan dari suatu rangkaian data deskriptif
a. kecendrungan waktu
b. perbandingan  kejadian penyakit pd populasi berbeda
c. perbandingan dari suatu kecendrungan

Penyajian data dalam bentuk :
– Teks
– Tabel
– Grafik

Ad. 3 Diseminasi
Tujuannya untuk mendapatkan feedback agar pengumpulan data di masa yang akan datang menjadi lebih baik.

Diseminasi berguna kepada :
a.    Orang-orang yang mengumpulkan data
b.    Decision Maker
c.    Orang-orang tertentu, ex: pakar
d.    Masyarakat

Pelaksanaan diseminasi dapat berupa :
a.    Buletin dan laporan
b.    Seminar
c.    Symposium
d.    laporan

Iklan

Food Etnich

Diet dan Gizi Masyarakat
Pertemuan II
Deni Elnovriza, S.PT, M.Kes

Pola konsumsi pangan adalah jenis dan jumlah rata-rata konsumsi pangan per orang per hari yang dimakan dalam jangka waktu tertentu.

Pangan asli adalah pangan yang asal-usulnya ditemukan di suatu daerah.

Konsumsi berubah karena ekosistem berubah

Konsumsi oangan dibentuk dari beberapa faktor :
1.    Geografis (bahan yang tersedia)
2.    Sosial (gaya hidup), meliputi status sosial dan struktur sosial
3.    Psikologis, ex : alergi dan stress
4.    Agama dan kepercayaan
5.    Ekonomi, terkait pendidikan, pekerjaan, dll
6.    Politik
Perbedaan menu pada food ethnic biasanya terjadi pada :
•    Bahan dasar
•    Teknik memasak
•    Prinsip rasa

Konsep Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja

picture1Dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Pertemuan I
dr. Yuniar Lestari, M.Kes

Perkembangan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
•    Paracelsus (abad 16) : pekerjaan dan penyakit tambang
•    Agricola (abad 16) : ventilasi dan penutup muka sebagai upaya preventif
•    B. Ramazzini (abad 17) : diluncurkan buku De Morbis Artificum Diatriba
•    Revolusi Industri (abad 18) : banyak muncul pabrik baru dan mesin baru, menimbulkan masalah batu
•    Manchester, 1844, dikeluarkan Factory Act (UU Pabrik)
•    Awal abad 20, setelah PD II, industry berkembang, bahan kimia meningkat

b-ramazziniBapak K3 : B. Ramazzini

Dr. Alice Hamilton : pelopor kedokteran kerja dan toksikologi lingkungan akibat keracunan Pb, Silica, dan Mercury di pabrik pertambangan


Indonesia : Kesehatan kerja mulai ada pada penjajahan Belanda tapi diobrak-abrik lagi oleh jepang.


UU K3 = UU No. 1 Tahun  1970

Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja mencakup : mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses, landasan, cara, serta lingkungan.
Sasaran : tempat kerja
Sifat : teknis

Kesehatan Kerja

Kesehatan kerja bertujuan agar pekerja memperoleh derajat kesehatan setingg-tingginya, baik fisik maupun mental, dengan usaha preventif dan kuratif tergadap gangguan kesehatan akibat pekerjaan, lingkungan, dan penyakit umum.
Sasaran : Manusia
Sifat : medis
Higiene Perusahaan
Higiene perusahaan menilai faktor penyebab penyakit di lingkungan kerja secara kualitatif dan kuantitatif yang hasilnya untuk tindakan korektif dan pencegahan.
Sasaran : lingkungan kerja
Sifat : teknis

ILO / WHO Committee

Menurut ILO/WHO Committee, kesehatan kerja Kesehatan kerja mempunyai aspek promotif serta mempertahankan tingkat kesehatan naker setinggi – tingginya baik fisik, psikis dan sosial pada semua macam pekerjaan

Tujuan K3 :
1.    Naker dan orang lain = sehat dan selamat
2.    Sumber produksi = efisien
3.    Proses produksi = lancer

Peranan dan urgensi K3 :
Titik berat pembangunan nasional Indonesia adalah pembangunan si bidang ekonomi, khususnya industri. Fenomena yang terjadi adalah jumlah industry meningkat, tenaga kerja bertambah, pemakaian bahan berbahaya meningkat, dan penerapan teknologi maju. Hal ini akan menimbulkan masalah K3 seperti  keadaaan berbahaya bagi kesehatan tenaga kerja dan masyarakat, kecelekaan kerja meningkat, juga efisiensi dan produktivitas yang dipertanyakan.