Perencanaan Sebagai Fungsi Manajemen

Perencanaan adalah usaha sadar dalam pengambilan keputusan yang telah diperhitungkan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan dalam dan oleh suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dilakukan sebelumnya.

Tentang perencanaan :
–    Rencana tidak timbul dengan sendirinya tapi lahir sebagai hasil pemikiran yang bersumber pada hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. (analisi data dan informasi)
–    Manajer perlu memiliki keberanian dalam pengambilan keputusan dengan segala macam resikonya. (masa depan = ketidakpastian)
–    Perencaan berorientasi pada masa depan yang diinginkan organisasi, sebagai kelanjutan masa lalu dan masa sekarang. (berkesinambungan)
–    Bermakna : apabila dilaksanakan mempermudah pencapaian tujuan.

Penyusunan rencana = 5 W 1H
WHAT : yang dikerjakan, sumber dana, sarana dan prasarana
WHERE : lokasi kegiatan   mempertimbangkan efisiensi, aksesibilitas, kemudahan menyediakan sarana prasarana, tersedianya tenaga kerja
WHEN : kapan dilaksanakan  diperlukan sense of timing
WHO : yang melaksanakan  diperlukan analisis kebutuhan tenaga kerja, metode dan teknik pengadaan tenaga kerja, metode dan teknik seleksi, kebijaksanaan upah/gaji, penempatan yangrasional dan objektif, pola pembinaan karir, dan kebijaksanaan PHK
WHY : untuk menemukan pembenaran, melihat apakah masih ada kelemahan, evaluasi, meninjau kembali
HOW : cara setiap orang dan bagian menyelenggarakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, berkaitan dengan joblist or jobdescription.

4 Langkah Dasar Perencanaan

  1. Menetapkan sasaran, putuskan yang ingin dicapai
  2. Merumuskan posisi organisasi saat ini, lakukan analisis sumber daya
  3. Identifikasi faktor pendukung dan penghambat, analisis SWOT
  4. Menyusun langkah-langkah mencapai sasaran

Ciri-ciri Rencana yang Baik
1.    Mempermudah tercapainy tujuan
2.    Perencana memahami hakikat tujuan
3.    Pemenuhan persyaratan keahlian teknis
4.    Harus disertai suatu rincian yang cermat
5.    Keterkaitan rencana dengan pelaksanaan
6.    Kesederhanaan
7.    Fleksibilitas
8.    Memberi tempat pada pengambilan risiko
9.    Pragmatis : bisa memilah-milah
10.    Instrumen bagi pengenalan masa depan

Perencanaan = Pengambilan Keputusan

Kemahiran menyusun rencana dapat diidentikkan dengan meningkatkan kemahiran mengambil keputusan karena setiap langkah penyusunan rencana adalah keputusan memilih di antara beberapa alternatif.

“Meningkatkan kemahiran menyusun rencana sesungguhnya dapat diidentikkan dengan meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan karena setiap langkah penyusunan rencana adalah keputusan untuk memilih diatara beberapa alternatif.” (handout OMPE, Aria Gusti, SKM, M.Kes)

Setiap jenjang manajerial terlibat dalam pengambilan keputusan

Perencanaan strategis = keputusan strategis
Peran dominan manajemen puncak
Sifat mendasar
Rumusan garis besar
Jangka panjang (5-10 tahun)
Cakupan menyeluruh

Perencanaan teknis = keputusan teknis
Peran dominan manajemen menengah
Sifat gamblang, dikuantifikasikan
Rumusan mendetail
Jangka menengah (1-5 tahun)
Cakupan parsial

Perencanaan operasional = keputusan operasinal
Peran dominan manajemen rendah
Sifat spesifik
Rumusan mendetail, bahasa sederhana
Jangka pendek (< 1 tahun)  rencana tahunan
Cakupan atomik, satu jenis kegiatan operasional saja

About Nilna R.Isna

Aku menjadi aku sebagaimana aku adalah aku.

Posted on Desember 19, 2008, in OMPE. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. makasih ya informasinya🙂
    berguna banged buat monica yang bru semet I IKM🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: