Monthly Archives: Desember 2008

Perencanaan Sebagai Fungsi Manajemen

Perencanaan adalah usaha sadar dalam pengambilan keputusan yang telah diperhitungkan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan dalam dan oleh suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dilakukan sebelumnya.

Tentang perencanaan :
–    Rencana tidak timbul dengan sendirinya tapi lahir sebagai hasil pemikiran yang bersumber pada hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. (analisi data dan informasi)
–    Manajer perlu memiliki keberanian dalam pengambilan keputusan dengan segala macam resikonya. (masa depan = ketidakpastian)
–    Perencaan berorientasi pada masa depan yang diinginkan organisasi, sebagai kelanjutan masa lalu dan masa sekarang. (berkesinambungan)
–    Bermakna : apabila dilaksanakan mempermudah pencapaian tujuan.

Penyusunan rencana = 5 W 1H
WHAT : yang dikerjakan, sumber dana, sarana dan prasarana
WHERE : lokasi kegiatan   mempertimbangkan efisiensi, aksesibilitas, kemudahan menyediakan sarana prasarana, tersedianya tenaga kerja
WHEN : kapan dilaksanakan  diperlukan sense of timing
WHO : yang melaksanakan  diperlukan analisis kebutuhan tenaga kerja, metode dan teknik pengadaan tenaga kerja, metode dan teknik seleksi, kebijaksanaan upah/gaji, penempatan yangrasional dan objektif, pola pembinaan karir, dan kebijaksanaan PHK
WHY : untuk menemukan pembenaran, melihat apakah masih ada kelemahan, evaluasi, meninjau kembali
HOW : cara setiap orang dan bagian menyelenggarakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, berkaitan dengan joblist or jobdescription.

4 Langkah Dasar Perencanaan

  1. Menetapkan sasaran, putuskan yang ingin dicapai
  2. Merumuskan posisi organisasi saat ini, lakukan analisis sumber daya
  3. Identifikasi faktor pendukung dan penghambat, analisis SWOT
  4. Menyusun langkah-langkah mencapai sasaran

Ciri-ciri Rencana yang Baik
1.    Mempermudah tercapainy tujuan
2.    Perencana memahami hakikat tujuan
3.    Pemenuhan persyaratan keahlian teknis
4.    Harus disertai suatu rincian yang cermat
5.    Keterkaitan rencana dengan pelaksanaan
6.    Kesederhanaan
7.    Fleksibilitas
8.    Memberi tempat pada pengambilan risiko
9.    Pragmatis : bisa memilah-milah
10.    Instrumen bagi pengenalan masa depan

Perencanaan = Pengambilan Keputusan

Kemahiran menyusun rencana dapat diidentikkan dengan meningkatkan kemahiran mengambil keputusan karena setiap langkah penyusunan rencana adalah keputusan memilih di antara beberapa alternatif.

“Meningkatkan kemahiran menyusun rencana sesungguhnya dapat diidentikkan dengan meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan karena setiap langkah penyusunan rencana adalah keputusan untuk memilih diatara beberapa alternatif.” (handout OMPE, Aria Gusti, SKM, M.Kes)

Setiap jenjang manajerial terlibat dalam pengambilan keputusan

Perencanaan strategis = keputusan strategis
Peran dominan manajemen puncak
Sifat mendasar
Rumusan garis besar
Jangka panjang (5-10 tahun)
Cakupan menyeluruh

Perencanaan teknis = keputusan teknis
Peran dominan manajemen menengah
Sifat gamblang, dikuantifikasikan
Rumusan mendetail
Jangka menengah (1-5 tahun)
Cakupan parsial

Perencanaan operasional = keputusan operasinal
Peran dominan manajemen rendah
Sifat spesifik
Rumusan mendetail, bahasa sederhana
Jangka pendek (< 1 tahun)  rencana tahunan
Cakupan atomik, satu jenis kegiatan operasional saja

Iklan

Ilmu Perilaku

Perilaku adalah aktivitas organism atau makhluk hidup.

Perilaku merupakan respon atau reaksi terhadap stimulus.

Stimulus —- organism — respon

Jenis respon
1.    Respondent respons (Reflexive respons0
Yaitu respon yang ditimbulkan oleh stimulus tertertu yang disebut ecliting stimuli karena menimbulkan respon yang relative tetap
2.    Operant respon
Respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimuli lain (Reinforcing stimuli/reinforce)

Jenis Perilaku
1.    Perilaku tertutup (covert behavior)
Terjadi bila respon terhadap stimulus tersebut masih belum dapat diamati orang lain secara jelas. Covert behavior dapat diukur : pengetahuan, sikap
2.    Perilaku terbuka (overt behavior)
Terjadi bila respon terhadap stimulus tersebut sudah berupa tindakan yang dapat diamati oleh orang lain.

Ilmu-ilmu Dasar Perilaku
Perilaku terbentuk dari 2 faktor :
1.    Stimulus 9eksternal)
Lingkungan fisik, sosial, budaya
2.    Respons (internal)
Perhatian, pengamatan, motivasi, persepsi, intelegensi, fantasi
Respon seseorang terhadap stimulus yang berhubungan dengan sehat, sakit, penyakit dan faktor-faktor yang mempengaruhi sekahat sakit

Perilaku kesehatan :
1.    Perilaku orang sehat
Perilaku preventif dan promotif
2.    Perilaku orang sakit
Perilaku mencari pertolongan pengobatan untuk mencari kesembuhan

Perilaku sehat (Healthy behavior)
1.    Makan dengan minum seimbang
2.    Kegiatan fisik cukup dan teratur
3.    Tidak merokok dan minum-minuman keras
4.    Istirahat yang cukup
5.    Pengendalian atau manajemen stress
6.    Perilaku/gaya hidup positif

Perilaku sakit (illness behavior)
1.    Didiamkan saja (no action)
2.    Pengobatan sendiri (self treatment)
3.    Mencari penyembuhan/pengobatan

Peranan (hak dan kewajiban) orang sakit ;
1.    Tindakan untuk mengenal, mengetahui fasilitas kesehatan yang tepat untuk memperoleh kesembuhan
2.    Melakukan kewajibannya sebagai pasien
3.    Tidak melakukan sesuatu yang merugikan proses penyembuhannya
4.    Melakukan kewajiban agar tidak kambuh penyakitnya

Pengetahuan
Adalah hasil penginderaan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indranya
Tingkat pengetahuan :
1.    Tahu (know)
2.    Memahami (comperehensif)
3.    Aplikasi (application)
4.    Analisa 9analysisi
5.    Sintesis 9synthesis0
6.    Evaluasi (evaluation)

Sikap
Adalah respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau obyek tertentu yang sudah melibatkan faktor pendapat dan emosi (Campbell)
Adalah kesiapan seseorang untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu 9Newcomb)
Komponen sikap :
1.    Kepercayaan, keyakinan, ide, konsep trehadap objek
2.    Kehidpan emosionil/evaluasi terhadap objel
3.    Kecenderungan orang untuk bertindak
Tingkatan sikap :
1.    Menerima (receiving)
2.    Menghargai (valuing)
3.    Menanggapi (responding)
4.    Bertanggungjawab (responsible)

Steps in the Health Communication Process

Langkah-langkah dalam komunikasi kesehatan
Stages in the health communication process
1.    Planning : perencanaan
2.    Development : pengembangan
3.    Implementation : hasil
4.    Evaluation : evaluasi

Langkah-langkah Precede-Proceed
Fase 1. Diagnosis sosial
Diagnosis sosial adalah proses penentuan persepsi masyarakat terhadap kebutuhannya atau kualitas hidupnya dan aspirasi masyarakat untuk meingkatkan kualitas hidupnya melalui partisipasi dan penerapan berbagai informasi yang dirancang sebelumnya
Fase 2. Diagnosis epidemiologi
–    Masalah kesehatan – kualitas hidup
–    Efek : langsung dan tidak langsung
–    Identifikasi faktor kesehatan – kualitas hidup
1.    Kelompok mana yang terkena masalah kesehatan
2.    Pengaruh masalah kesehatan : mprtalitas, morbiditas, disability, tanda, gejala
3.    Cara menanggulangi masalah tersebut
–    Prioritas masalah : tujuan program = who, howmuch, what outcome, when
Fase 3. Diagnosis perilaku dan lingkungan
–    Identifikasi : masalah perilaku, lingkungan
–    Masalah perilaku yang dapat dikontrol secara individu, institusi
–    Indikator perilaku ;
1.    Utilisasi penggunaan pelayanan kesehatan
2.    Upaya pencegahan-pencegahan
3.    Kepatuhan (compliance)
4.    Upaya pemeliharaan kesehatan (selfcare)
–    Dimensi perilaku : earliness, quality, persistence, frequency, range
–    Indicator lingkungan : keadaan sosial, ekonomi, fisik, pelayanan kesehatan
Dimesi : keterjangkauan, kemampuan, perataan
Langkah-langkah diagnosis dan perilaku lingkungan :
1.    Memisahkan faktor perilaku dan non perilaku penyebab masalah kesehatan
2.    Mengidentifikasi perilaku yang dapat mencegah timbulnya masaah kesehatan, perawatan, dan pengobatan. Faktor lingkungan : mengeliminasi faktor yang tidak dapat dirubah = genetic dan demografis
3.    Urutkan faktor perilaku dan lingkungan berdasarkan besarnya pengaruh terhadap masalah kesehatan
4.    Urutkan faktor perilaku dan lingkungan yang berdasarkan kemungkinan untuk dirubah
5.    Tetapkan perilaku dan lingkungan yang menjadi sasaran program
6.    Tetapkan tujuan perubahan perilaku dan lingkungan yang ingin dicapai
Fase 4. Diagnosis pendidikan dan organisasional
Determinan perilaku yang mempengaruhi perilaku kesehatan
1.    Faktor predisposisi : pengetahuan, sikap, persepsi, kepercayaan, norma, nilai
2.    Faktor enabling : faktor lingkungan yang memfasilitasi perilaku seseorang
3.    Faktor reinforcing (pendorong)
Perilaku orang lain yang berpengaruh
Menetapkan tujuan pendidikan berdasarkan ;
1.    Faktor predisposisi (tujuan pembelajaran)
2.    Faktor pemungkin, penguat (tujuan organisasional : upaya pengembangan organisasi menjadi pengembangan sumber daya
Fase 5. Diagnosis Administratif kebijakan
Analisis kebijakan, sumber dayam peraturan yang berlaku yang dapat memfasilitasi atau mengambat pengembangan program promosi kesehatan
3 penilaian dalam diagnosis administrative :
1.    Sumber daya yang dibutuhkan
2.    Sumber daya yang ada di organisasi dan masyarakat
3.    Hambatan pelaksanaan program
Penilaian dalam diagnosis kebijakan : Dukungan dan hambatan politis, peraturan dan organisasional yang memfasilitasi program, pengembangan lingkungan yang dapat mendukung kegiatan masyarakat.

Langkah selanjutnya dari perencanaan dengan Precede ke implementasi dan evaluasi dengan proceed
Precede digunakan untuk meyakinkan bahwa program akan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan individu dan masyarakat sasaran.
Proceed untuk meyakinkan bahwa program akan tersedia, dapat dijangkau, dapat diterima, dan dapat dipertanggunjawabkan
Penilaian sumber daya -> keberadaan program
Perubahan organisasi -> program dapat dijangkau
Perubahan politis dan peraturan -> program dapat diterima masyarakat
Evaluasi -> program dapat dipertanggungjawabkan