Ujian Komkes

1.    Peranan komunikasi :
•    Influence perceptions, beliefs, attitude, and social norms
Mempengaruhi persepsi, kepercayaan, sikap, dan norma-norma sosial
•    Prompt action
Promosi
•    Demonstrate or illustrate skills
Mendemontrasikan atau menggambarkan keahlian
•    Show the benefit or behavior change
Memperlihatkan keuntungan atau perubahan sikap
•    Reinforce demand for health service
Memperkuat permintaan terhadap pelayanan kesehatan
•    Refute myths and misconsceptions
Membuktikan kesalahan mistik dan konsep yang salah
•    Help coalesce organizational relationship
Membantu menyatukan hubungan organisatoris
•    Advocate for a health issue or a population group
Mendukung suatu isu kesehatan atau suatu kelompok populasi

2.    Tujuan komunikasi :
•    Relay information – meneruskan informasi kesehatan dari suatu sumber kepada pihak lain secara berangkai (hunting)
•    Enable informed decision making – memberi informasi akurat untuk memungkinkan pengambilan keputusan
•    Promote Healthy behavior – informasi untuk memperkenalkan hidup sehat
•    Promote peer information exchange and emotional support – mendukung pertukaran informasi pertama dan mendukung secara emosional pertukaran informasi kesehatan
•    Promote self care – memperkenalkan pemeliharaan kesehatan diri sendiri
•    Manage demand for health service – memenuhi permintaan layanan kesehatan

3.    Perbedaan perilaku dan sikap :
•    Perilaku merupakan respons atau reaksi seorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar)
•    Sikap merupakan respon tertutup terhadap stimulus yang melibatkan faktor pendapat dan emosi
•    Perilaku merupakan aktivitas
•    Sikap merupakan kesiapan intuk bertindak, bukan ativitas atau pelaksanaan

4.    Contoh perilaku sehat dan perilaku sakit :
•    Perilaku sehat :
–      Makan dengan menu seimbang
–    Kegiatan fisik yang cukup dan teratur
•    Perilaku sakit :
–    Mengabaikan (no action)
–    Mencari penyembuhan atau pengobatan

5.    Determinan perilaku yang mempengaruhi perilaku kesehatan
•    Faktor predisposisi (predisposing factors) — meliputi pengetahuan, sikap, persepsi, kepercayaan, norma, nilai
•    Faktor enabling (enabling factors) — faktor lingkungan yang memfasilitasi perilaku seseorang atau fasilitas lain yang member peluang bagi individu untuk berubah
•    Faktor reinforcing/penguat (reinforcing factors) — Perilaku orang lain yang berpengaruh : positif atau negatif

6.     Langkah-langkah dalam komunikasi kesehatan (Stages in the health communication process)
•    Planning : perencanaan
•    Development : pengembangan
•    Implementation : hasil
•    Evaluation : evaluasi

7.    Mengapa pemasaran sosial penting? Karena pemasaran sosial tidak hanya berpikir tentang ‘barang’ dan ‘jasa’ dalam proses penyebarannya tapi juga bagaimana “mengemasnya” dengan strategi sehingga informasi tentang barang dan jasa tersebut bisa sampai kepada khalayak/konsumen.

8.    Difusi inovasi adalah transformasi suatu bentuk yang baru yang disampaikan kepada masyarakat, terdiri dari pendekatan, gagasan, dan strategi. Difusi inovasi dikemukakan oleh Everet M. Rogerts.

9.    Cara merencanakan iklan kesehatan :
•    Meneliti karakteristik public atau target konsumen : Know your costumer!
•    Meneliti pesan iklan yang dibutuhkan : Adapun yang harus diteliti adalah struktur pesan, gaya pesan, dan Appeals message (motif-motif psikologis dari pesan)
•    Meneliti pemilihan cara/media penyebaran informasi : Personal selling – siapa yang patut menjual ; Non personal selling – media (merupakan yang paling baik digunakan)

10.    Mengapa masyarakat butuh iklan?
•    Consumer need : apa yang dihasilkan oleh produsen adalah apa yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen
•    Marketing and production expertise : apa yang dihasilkan itu tidak saja merupakan kebutuhan konsumen semata melainkan juga bagaimana cara mengemas produk tersebut.
•    Filling a niche in the marketplace : oleh karena itu, pihak produsen harus memiliki intuisi yang tajam mengenai area pasar.

About Nilna R.Isna

Aku menjadi aku sebagaimana aku adalah aku.

Posted on November 6, 2008, in Komunikasi Kesehatan. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: