Ujian Komkes (Lagi… lagi-lagi)

Pertama : Maafkan saya
Kedua : maafkan saya

Mengapa saya meminta maaf? Yah, entah mengapa setelah ujian tadi saya banyak merasa bersalah. Rasanya saya mengecewakan (seseorang) dalam pelaksanaan ujian tadi. Lebih dari itu, saya sangat kecewa pada diri saya sendiri. Semua itu karena … (Oh, I can’t continue that. Huuf…)

Ada tiga hal yang menjadi faktor pemerkuat (reinforcing factors) terhadap rasa bersalah saya ini sekaligus sebagai clue : (1) Pak dosen, (2) The xxx nextchair, (3) soal ujian. Konsentrasi saya terpecah pada tiga hal ini.

Akibatnya, hasil ujian saya hancur-hancuran. Padahal saya itu sudah hapal dan sudah belajar. Cuma, karena adanya faktor-faktor tadi, saya nyah jadi sangat sangat bego’ di ujian. Saya blank. Whua…. Makanya, saya tadi memilih keluar sejenak untuk mencari penyegaran.

Duuh, saya benar-benar kecewa pada diri sendiri. Mungkin, ya…, the next test saya harus dating pagi-pagi agar bisa memilih dimana saya harus memilih posisi. 4 hari terakhir ini, saya selalu datang telat. Huuf.

Hmm…, (inilah point penting yang harus saya kemukakan : tentang apa yang saya isi di ujian tadi)

1. Soal No.1 , harusnya itu ‘influence’ saya bikin ‘informed’ — hehehe *masih bisa cengengesan nih orang
2. Soal No.2, berhubungnya saya nyah sudah ‘ditekan’ dengan segala macam ketegangan yang ditimbulkan dari 3 faktor di atas, saya nyah jadi blank. Harusnya 6 point, cuma bikin 4 point.
Gini lho gambarannya :
1.Relay information (hunting)
2.Enable informed decision making
3.        peer information exchange
4.Promote Healthy behavior
5.
6.
*Whuahua…………
3. Soal No.3, saya yakin udah menjawab dengan benar — yaah, walaupun     nggak ‘textbook’ tapi saya pikir emang gitulah gambarannya.
4. Soal No. 5, yang ditanya itu ‘determinant’ yang saya isi ‘domain’ — arrrggh…….!!!!
5. Soal No. 6, kan yang ditanya tahapan tuh, trus saya ngisi fase. Pas fase point 4, saya baca soal lagi. Trus, ngingat2. Trus keingat kalo yang saya bikin sekarang ini ‘fase’ sementara yang ditanya ‘tahap’. Nah, daripada jelek dicoret-coret. Saya terusin aja bikin fase itu. Trus, di bawahnya baru deh saya tulis ‘tahapannya’. Anggap aja ‘fase’ tadi pengantar. — hehehehua…. *tertawa sambil menitikkan air mata.
6. Soal No. 7, Ok, jawaban untuk soal No. 7 saya taruh di No. 10 — why? No comment deh
7. Soal No. 10, jawaban untuk soal No. 10 saya taruh di No. 7 — why? Idem
8. No. 9, yang ditanya ituh ‘cara merencanakan iklan kesehatan’ yang saya isi ‘cara penembangan media’ — ntah apo-apo se!!! [terjemahan bebas : entah apa-apa aja *lho? kok jadi aneh ya???]

Umm,saya tahu ini salah dan tak bisa dibiarkan. Mungkin yang di atas itu hanya segelintir yang saya lebih-lebihkan (hiperbola) dan saya miris-miriskan (litotes).Whua…. Pak Dosen, bisakah saya menjadi lebih baik lagi? Misalnya, saya diizinkan remedial. Mungkin bisa lewat email? Lewat lisan? Atau… lewat blog ini sajah??? Whua……………………………

The last but not least : maafkan saya. Jika saya memang tak ‘ok’ di uTs, saya akan ‘ok’ di UAS. Saya yakin dan harus yakin. Satu lagi, tak akan saya sia-siakan kesempatan yang diberikan atas proposal DIKTI itu. *FIGHT!

About Nilna R.Isna

Aku menjadi aku sebagaimana aku adalah aku.

Posted on November 6, 2008, in Komunikasi Kesehatan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: