Monthly Archives: November 2008

Ujian Komkes

1.    Peranan komunikasi :
•    Influence perceptions, beliefs, attitude, and social norms
Mempengaruhi persepsi, kepercayaan, sikap, dan norma-norma sosial
•    Prompt action
Promosi
•    Demonstrate or illustrate skills
Mendemontrasikan atau menggambarkan keahlian
•    Show the benefit or behavior change
Memperlihatkan keuntungan atau perubahan sikap
•    Reinforce demand for health service
Memperkuat permintaan terhadap pelayanan kesehatan
•    Refute myths and misconsceptions
Membuktikan kesalahan mistik dan konsep yang salah
•    Help coalesce organizational relationship
Membantu menyatukan hubungan organisatoris
•    Advocate for a health issue or a population group
Mendukung suatu isu kesehatan atau suatu kelompok populasi

2.    Tujuan komunikasi :
•    Relay information – meneruskan informasi kesehatan dari suatu sumber kepada pihak lain secara berangkai (hunting)
•    Enable informed decision making – memberi informasi akurat untuk memungkinkan pengambilan keputusan
•    Promote Healthy behavior – informasi untuk memperkenalkan hidup sehat
•    Promote peer information exchange and emotional support – mendukung pertukaran informasi pertama dan mendukung secara emosional pertukaran informasi kesehatan
•    Promote self care – memperkenalkan pemeliharaan kesehatan diri sendiri
•    Manage demand for health service – memenuhi permintaan layanan kesehatan

3.    Perbedaan perilaku dan sikap :
•    Perilaku merupakan respons atau reaksi seorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar)
•    Sikap merupakan respon tertutup terhadap stimulus yang melibatkan faktor pendapat dan emosi
•    Perilaku merupakan aktivitas
•    Sikap merupakan kesiapan intuk bertindak, bukan ativitas atau pelaksanaan

4.    Contoh perilaku sehat dan perilaku sakit :
•    Perilaku sehat :
–      Makan dengan menu seimbang
–    Kegiatan fisik yang cukup dan teratur
•    Perilaku sakit :
–    Mengabaikan (no action)
–    Mencari penyembuhan atau pengobatan

5.    Determinan perilaku yang mempengaruhi perilaku kesehatan
•    Faktor predisposisi (predisposing factors) — meliputi pengetahuan, sikap, persepsi, kepercayaan, norma, nilai
•    Faktor enabling (enabling factors) — faktor lingkungan yang memfasilitasi perilaku seseorang atau fasilitas lain yang member peluang bagi individu untuk berubah
•    Faktor reinforcing/penguat (reinforcing factors) — Perilaku orang lain yang berpengaruh : positif atau negatif

6.     Langkah-langkah dalam komunikasi kesehatan (Stages in the health communication process)
•    Planning : perencanaan
•    Development : pengembangan
•    Implementation : hasil
•    Evaluation : evaluasi

7.    Mengapa pemasaran sosial penting? Karena pemasaran sosial tidak hanya berpikir tentang ‘barang’ dan ‘jasa’ dalam proses penyebarannya tapi juga bagaimana “mengemasnya” dengan strategi sehingga informasi tentang barang dan jasa tersebut bisa sampai kepada khalayak/konsumen.

8.    Difusi inovasi adalah transformasi suatu bentuk yang baru yang disampaikan kepada masyarakat, terdiri dari pendekatan, gagasan, dan strategi. Difusi inovasi dikemukakan oleh Everet M. Rogerts.

9.    Cara merencanakan iklan kesehatan :
•    Meneliti karakteristik public atau target konsumen : Know your costumer!
•    Meneliti pesan iklan yang dibutuhkan : Adapun yang harus diteliti adalah struktur pesan, gaya pesan, dan Appeals message (motif-motif psikologis dari pesan)
•    Meneliti pemilihan cara/media penyebaran informasi : Personal selling – siapa yang patut menjual ; Non personal selling – media (merupakan yang paling baik digunakan)

10.    Mengapa masyarakat butuh iklan?
•    Consumer need : apa yang dihasilkan oleh produsen adalah apa yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen
•    Marketing and production expertise : apa yang dihasilkan itu tidak saja merupakan kebutuhan konsumen semata melainkan juga bagaimana cara mengemas produk tersebut.
•    Filling a niche in the marketplace : oleh karena itu, pihak produsen harus memiliki intuisi yang tajam mengenai area pasar.

Iklan

Ujian Komkes (Lagi… lagi-lagi)

Pertama : Maafkan saya
Kedua : maafkan saya

Mengapa saya meminta maaf? Yah, entah mengapa setelah ujian tadi saya banyak merasa bersalah. Rasanya saya mengecewakan (seseorang) dalam pelaksanaan ujian tadi. Lebih dari itu, saya sangat kecewa pada diri saya sendiri. Semua itu karena … (Oh, I can’t continue that. Huuf…)

Ada tiga hal yang menjadi faktor pemerkuat (reinforcing factors) terhadap rasa bersalah saya ini sekaligus sebagai clue : (1) Pak dosen, (2) The xxx nextchair, (3) soal ujian. Konsentrasi saya terpecah pada tiga hal ini.

Akibatnya, hasil ujian saya hancur-hancuran. Padahal saya itu sudah hapal dan sudah belajar. Cuma, karena adanya faktor-faktor tadi, saya nyah jadi sangat sangat bego’ di ujian. Saya blank. Whua…. Makanya, saya tadi memilih keluar sejenak untuk mencari penyegaran.

Duuh, saya benar-benar kecewa pada diri sendiri. Mungkin, ya…, the next test saya harus dating pagi-pagi agar bisa memilih dimana saya harus memilih posisi. 4 hari terakhir ini, saya selalu datang telat. Huuf.

Hmm…, (inilah point penting yang harus saya kemukakan : tentang apa yang saya isi di ujian tadi)

1. Soal No.1 , harusnya itu ‘influence’ saya bikin ‘informed’ — hehehe *masih bisa cengengesan nih orang
2. Soal No.2, berhubungnya saya nyah sudah ‘ditekan’ dengan segala macam ketegangan yang ditimbulkan dari 3 faktor di atas, saya nyah jadi blank. Harusnya 6 point, cuma bikin 4 point.
Gini lho gambarannya :
1.Relay information (hunting)
2.Enable informed decision making
3.        peer information exchange
4.Promote Healthy behavior
5.
6.
*Whuahua…………
3. Soal No.3, saya yakin udah menjawab dengan benar — yaah, walaupun     nggak ‘textbook’ tapi saya pikir emang gitulah gambarannya.
4. Soal No. 5, yang ditanya itu ‘determinant’ yang saya isi ‘domain’ — arrrggh…….!!!!
5. Soal No. 6, kan yang ditanya tahapan tuh, trus saya ngisi fase. Pas fase point 4, saya baca soal lagi. Trus, ngingat2. Trus keingat kalo yang saya bikin sekarang ini ‘fase’ sementara yang ditanya ‘tahap’. Nah, daripada jelek dicoret-coret. Saya terusin aja bikin fase itu. Trus, di bawahnya baru deh saya tulis ‘tahapannya’. Anggap aja ‘fase’ tadi pengantar. — hehehehua…. *tertawa sambil menitikkan air mata.
6. Soal No. 7, Ok, jawaban untuk soal No. 7 saya taruh di No. 10 — why? No comment deh
7. Soal No. 10, jawaban untuk soal No. 10 saya taruh di No. 7 — why? Idem
8. No. 9, yang ditanya ituh ‘cara merencanakan iklan kesehatan’ yang saya isi ‘cara penembangan media’ — ntah apo-apo se!!! [terjemahan bebas : entah apa-apa aja *lho? kok jadi aneh ya???]

Umm,saya tahu ini salah dan tak bisa dibiarkan. Mungkin yang di atas itu hanya segelintir yang saya lebih-lebihkan (hiperbola) dan saya miris-miriskan (litotes).Whua…. Pak Dosen, bisakah saya menjadi lebih baik lagi? Misalnya, saya diizinkan remedial. Mungkin bisa lewat email? Lewat lisan? Atau… lewat blog ini sajah??? Whua……………………………

The last but not least : maafkan saya. Jika saya memang tak ‘ok’ di uTs, saya akan ‘ok’ di UAS. Saya yakin dan harus yakin. Satu lagi, tak akan saya sia-siakan kesempatan yang diberikan atas proposal DIKTI itu. *FIGHT!

Iklan dalam Komunikasi Kesehatan

[Sebelum ngomongin iklan dalam komunikasi kesehatan, Pak dosen dan mahasiswanya ngomongin mana yang lebih efektif : iklan Prabowo ato Sutrisno?]

Pentingnya iklan :
1.    Iklan merupakan bentuk komunikasi
2.    Iklan merupakan faktor penentu efektifnya komunikasi
3.    Iklan merupakan kunci sukses komunikasi kesehatan
4.    Keberhasilan iklan ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan masyarakat

Pengertian iklan (di dalam Buku Dasar-dasar Komunikasi Kesehatan oleh Prof. Dr. Alo Liliweri, M.S)
Cara yang memungkinkan kita untuk mengalihkan atau menjual pesan-pesan persuasive tentang suatu kebenaran dengan biaya yang murah. (Bovee & Arens, 1992)
Bentuk komunikasi nonpersonal untuk mengalihkan informasi mengenai produk, layanan atau gagasan secara persuasive yang dibayar melalui sponsor tertentu melalui berbagai media.
Kesimpulan : Iklan merupakan alat informasi dan komunikasi yang tujuannya bagaimana informasi sampai kepada masyarakat.

Unsur-unsur iklan :
1.    To inform : iklan menginformasikan produk, barang/jasa, dan gagasan kesehatan dari suatu sumber yang ditujukan kepada masyarakat
2.    Non personal : iklan memindahkan informasi menggunakan media bukan melalui manusia ke manusia
3.    Mass media : iklan memindahkan informasi melalui media massa baik cetak maupun elektronik
4.    Persuasive : isi iklan umumnya berisi bujukan terhadap individu atau kelompok sasaran agar mereka memiliki informasi yang lengkap mengenai produk
5.    Sponsor : iklan yang dimuat media massa dibayar oleh pihak tertentu yang disebut sponsor
6.    Goal : iklan memiliki tujuan tertentu, misalnya  untuk mengubah sikap seseorang terhadap barang dan jasa
7.    How advertising work : cara iklan mempengaruhi public itu ditentukan oleh sifat iklan ; iklan bersifat persuasive bukan memksa ; iklan selalu menggunakan media yang selalu digunakan konsumen ; iklan memahami persepsi dan daya tahan public ;

Mengapa masyarakat butuh iklan kesehatan?
1.    Consumer need (kebutuhan konsumen)
Apa yang dihasilkan oleh produsen adalah barang atau jasa yang benar-benar merupakan kebutuhan konsumen
2.    Marketing & production expertise
Apa yang dihasilkan itu tidak saja merupakan kebutuhan konsumen semata-mata melainkan juga bagaimana cara memasarkan produk tersebut secara professional
3.    Filling a Niche in  the marketplace
Oleh karena itu pihak produsen harus mempunyai intuisi yang tajam mengenai area pasar yang akan dia masuki.

Merencanakan iklan kesehatan :
1.    Meneliti karakteristik public atau target konsumen
Know your costumer!
2.    Meneliti pesan iklan yang dibutuhkan
Lihat struktur pesan, gaya pesan, dan motif-motif psikologis pesan (appeals message)
3.    Meneliti pemilihan cara/media penyebaran informasi
–    Personal selling – siapa yang patut menjual
–    Nonpersonal selling – media ; merupakan yang paling baik digunakan. Ex : leaflet, brosur, poster, pamflet, direktori, website, email, baliho, mailing list, internet, surat kabar, majalah, video, film, papan reklame, televise, production house, launching, pameran, publisitas, radio, sponsorship, blog, baliho, spanduk, dan lain-lain

Dampak sosial iklan kesehatan :
1.    Bahasa menjadi bias
2.    Membuat masyarakat menjadi materialistic
3.    Tertipu (butuh – ternyata tidak butuh)
4.    Iklan bersifat excessive (melebih-lebihkan)
5.    Iklan bersifat otensif (membangun rasa buruk)
6.    Iklan membangun stereotip
7.    Iklan itu deceptive
8.    Iklan membangun daya tahan
9.    Dll

Dampak legal iklan kesehatan
1.    Pelanggaran etika
2.    Pelanggaran HAM
3.    Sara
4.    Dll