Pengenalan Ilmu Kesehatan Lingkungan

040908—Dasar-dasar Kesling

Ilmu kesehatan lingkungan adalah salah satu cabang ilmu kesehatan masyarakat yang memberikan perhatian terhadap segala macam bentuk kehidupan, bahan-bahan dan kondisi di sekitar manusia yang memiliki potensi untuk menimbulkan gangguan yang bisa mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan serta melakukan analisis dan mencari upaya-upaya alternative pemecahan masalah.
Menurut Achmadi dalam Kunnoputranto (2002), kesehatan lingkungan adalah ilmu yang mempelajari dinamika hubungan interaktif antara kelompok penduduk atau masyarakat dengan segala macam perubahan komponen lingkungan hidup, seperti berbagai spesies kehidupan, bahan, zat, atau kekuatan di sekitar manusia, yang menimbulkan ancaman, atau berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat, serta mencari upaya-upaya pencegahannya.
Sesungguhnya, prevalensi penyakit itu disebabkan oleh faktor lingkungan antara lain geografi dan status ekonomi. Penyakit di lingkungan negara berkembang melingkupi kanker paru-paru dan kanker kulit yang disebabkan oleh radiasi sinar matahari dan reaksi alergi. Di negara dunia ketiga(?) yang berkembang adalah penyakit infeksius dan non infeksius. Status sosial ekonomi juga menentukan. Seseorang yang berkecukupan biasanya kesehatan lingkungannya baik. Sedangkan penduduk miskin umumnya memiliki tingkat kesehatan buruk karena kebanyakan mereka tinggal di lingkungan tercemar.
Agen toksik secara  tak langsung memperngaruhi kesehatan manusia dengan cara merusak stabilitas ekosistem lewat penebangan hutan, pembuangan air limbah ke sungai, danau, laut, dan lain-lain. Banjir dapat menurunkan produktivitas hasil pertanian dan sebagian besar harta manusia hilang. Banjir juga dapat merusak saluran pembuangan air limbah. Banjir juga menyebabkan terjadinya penyebaran penyakit menular. Dan perusakan hutan dapat meningkatkan penyebaran penyakit malaria.
Ada sebuah paradigma kesehatan lingkungan yang terdiri dari 4 simpul :
Simpul 1 : Berhubungan dengan sumber perubahan (pembangunan, alam)
Simpul 2 : Berhubungan dengan wahana transisi penyakit (udara, tanah, air, makanan, manusia, binatang)
Simpul 3 : Berhubungan dengan masyarakat (jenis kelamin, budaya, perilaku, gizi, Hb)
Simpul 4 : berhubungan dengan sakit atau tidak
Ada 3 kelompok penyebab sakit, yaitu
•    Kelompok fisik : radiasi, medan magnit, kebisingan, getaran, pencahayaan.
•    Kelompok bahan kimia : pestida, bahan pewarna makanan, bahan pengawet, logam berat, pencemar udara
•    Kelompok mikroba : jamur, bakteri, virus
Berikut contoh indentifikasi Parameter Risk, yaitu
•    Bagaimana mengukur berbagai parameter pada keempat simpul
•    Parameter yang digunakan untuk mengukur agents
•    Misalnya pengukuran pada :
Simpul 1
–    Emisi kendaraan, emisi cerobong asap
Simpul 2
–    Bakteri dalam makanan/air
–    Konsentrasi logam berat dalam air
Simpul 3
–    Kadar Hg dalam rambut
–    Kadar Pb dalam darah
–    Kadar Hb dalam darah
Simpul 4
–    Penderita malaria, kanker
–    Penderita asma, TBC

About Nilna R.Isna

Aku menjadi aku sebagaimana aku adalah aku.

Posted on September 28, 2008, in Kesehatan Lingkungan. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. saya butuh lebih banyak info tentang kesehatan lingkungan yang lain terutama maslah air bersih, air limbah, K3, persampahan dll.
    thankz

  2. apa sih pernanan ilmu kesehatan lingkungan???????trus apa sih kerjaan sarjana kesehatan masyarakat bidang kesehatan lingkungan????

  3. luarbiasa atas pertanyaannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: