Arsip Kategori: Semester 5

STUDI KELAYAKAN PESERTA ASURANSI KELOMPOK PEDAGANG/WIRASWASTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBERANG PADANG

TUGAS AKHIR ASURANSI/JPKM

STUDI KELAYAKAN PESERTA ASURANSI KELOMPOK PEDAGANG/WIRASWASTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBERANG PADANG

 Dosen Pembimbing : Nizwardi Azkha, SKM, MPPM, MPd, MSi

Penulis : NILNA RAHMI ISNA BP. 07122009

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

2010

 I.             PENDAHULUAN

a.      LATAR BELAKANG

Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) adalah suatu sistem manajemen resiko yang mana lepada peserta ditawarkan kesempatan untuk bersama-sama menanggung kerugian yang timbul dengan cara membayar premi pada lembaga/perush asuransi. Cara kerja JPKM antara lain dengan cara menyebar resiko pada sejumlah peserta sehingga mayoritas orang dalam kelompok peserta tersebut tidak mengalami kerugian walau sebenarnya mengalami rugi.

JPKM memiliki konsep berbasis masyarakat yang didorong oleh 3 hal antara lain : (1) Transisi demografi, sosekbud, epidemiologis, teknologi, transisi ekonomi, dan tuntutan kualitas, (2) Pengalaman pelbagai harkes , (3) 70% Pembiayaan kes. bersumber masyarakat.

Sementara di satu sisi, pelayanan kesehatan memiliki 3 (tiga) ciri utama yaitu : (1)Uncertainty (Ketidakpastian) dimana adanya ketidakpastian pelayanan kesehatan baik menyangkut waktu, tempat, dan besarnya biaya; (2)Asimetry Information (Informasi Yang tidak seimbang) dimana dokter sangat mengetahui manfaat pelayanan kesehatan sementara pasien berada pada posisi yang lemah; (3)Externality (Pengaruh luar) dimana gangguan kesehatan berpengaruh terhadap orang disekitarnya

Tiga ciri utama pelayanan kesehatan tersebut menjadi alasan utama bagi para badan penyelenggara asuransi untuk mendirikan sebuah asuransi atau pemeliharaan jaminan kesehatan masyarakat. Begitu pun halnya dengan kelompok wiraswasta dan pedagang di wilayah kerja puskesmas Seberang Padang sehingga penulis tertarik untuk melakukan studi kelayakan asuransi bagi kelompok wiraswasta dan pedagang di wilayah kerja puskesmas Seberang Padang.

Secara khusus studi kelayakan dilakukan atas latar belakang berikut :

  1. Menjajaki pangsa pasar / kelompok masyarakat calon peserta.
  2. Menjajaki paket pelayanan yang perlu disediakan dan ditawarkan.
  3. Menjajaki struktur dan prosedur jaringan pelayanan kesehatan yang tersedia dan diperlukan.
  4. Mengetahui persyaratan kepesertaan.
  5. Menjajaki kemampuan dan kemauan membayar masyarakat dan menjajaki besarnya iuran dan cara pembayarannya.
  6. Memperkirakan jangka waktu dan jumlah peserta guna mencapai titik impas.
  7. Menjajaki bentuk organisasi dan manajemen badan penyelenggara JPKM yang sesuai.

b.      TUJUAN

Tujuan studi kelayakan ini adalah untuk menentukan apakah kelompok wiraswasta dan pedagang di wilayah kerja puskesmas Seberang Padang layak untuk bersama-sama menjadi peserta asuransi guna peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui pemeliharaan kesehatan paripurna  yang bermutu, merata dengan pengendalian biaya  yang rasional, serta menekankan pada tindakan promotif dan preventif

 c.          MANFAAT

Adapun manfaat dari studi kelayakan ini antara lain :

  1. Adanya badan jaminan pemeliharaan kesehatan paripurna yang berkesinambungan dan bermutu bagi kelompok wiraswasta dan pedagang di wilayah kerja puskesmas Seberang Padang.
  2. Terciptanya efektifitas dan efisiensi pembiayaan kesehatan bagi kelompok wiraswasta dan pedagang di wilayah kerja puskesmas Seberang Padang.
  3. Kemudahan keterjangkauan pelayanan kesehatan kelompok wiraswasta dan pedagang di wilayah kerja puskesmas Seberang Padang.
  4. Pemerataan pelayanan kesehatan oleh dan untuk kelompok wiraswasta dan pedagang di wilayah kerja puskesmas Seberang Padang.
  5. Adanya badan yang mewadahi oeningkatan peran serta masyarakat dalam pembiayaan dan pemeliharaan kesehatan
  6. Terciptanya kemandirian masyarakat melalui JPKM/Asuransi Read the rest of this entry

SISTEM KESEHATAN SUMBER DAYA MANUSIA

RESUME PERFORMANCE SISTEM KESEHATAN
SISTEM KESEHATAN SUMBER DAYA MANUSIA
Nilna Rahmi Isna
07122009
Email : nilna.isna@yahoo.com
Dosen pembimbing : dr. Adila Kasni Astiena, MARS
PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2009
Peran sentral SDM Bagi Organisasi

Tingkat manfat SD lain tergantung SDM
  1. SDM tidak instan : perlu perencanaan jauh-jauh hari
  2. SDM tidak dapat distok : perencanaan pendayagunaan sesuai waktu
  3. Dapat menjadi obselete : perlu maintenance diklat, perlu pelatihan dan suprevisi berkala
Masalah Kesehatan Secara Umum
  • Stagnasi tenaga medis
  • Distribusi tenaga & keahlian tidak merata
  • Gaji dokter ptt yg tidak dibayar
  • Rendahnya produktivitas kerja
Masalah Tenaga Kesehatan Secara Khusus
  • Rendahnya produktivitas kerja
  • Beban kerja
  • Penilaian kinerja
  • Penataan profesi kesehatan
  • Malpraktek

SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN

RESUME PERFORMANCE SISTEM KESEHATAN
SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN
Nilna Rahmi Isna
07122009
Email : nilna.isna@yahoo.com
Dosen pembimbing : dr. Adila Kasni Astiena, MARS
PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2009
Sumber daya manusia kesehatan (SDM Kesehatan) merupakan tatanan yang menghimpun berbagai upaya perencanaan. Pendidikan, dan pelatihan, serta pendayagunaan tenaga kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. Tenaga kesehatan adalah semua orang yang bekerja secara aktif dan profesional di bidang kesehatan, berpendidikan formal kesehatan atau tidak, yang untuk jenis tertentu memerlukan upaya kesehatan.
Ada 2 bentuk dan cara penyelenggaraan SDM kesehatan, yaitu :
  1. Tenaga kesehatan, yaitu semua orang yang bekerja secara aktif  dan profesional di bidang kesehatan berpendidikan formal kesehatan atau tidak, yang untuk jenis tertentu memerlukan upaya kesehatan.
  2. SDM Kesehatan yaitu tatanan yang menghimpun berbagai upaya perencanaan, pendidikan dan pelatihan serta pendayagunaan tenaga kesehatan secara terpadu dan  saling mendukung guna mencapai derajat kesehatan  masyarakat setinggi-tingginya.
Tujuan SDM Kesehatan, secara khusus bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang memiliki kompetensi sebagai berikut :
  1. Mampu mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang promosi kesehatan dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode dan kaidah ilmiahnya disertai dengan ketrampilan penerapannya didalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia kesehatan
  2. Mampu mengidentifikasi dan merumuskan pemecahan masalah pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia kesehatan melalui kegiatan penelitian
  3. Mengembangkan/meningkatkan kinerja profesionalnya yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan kesehatan,merumuskan dan melakukan advokasi program dan kebijakan kesehatan dalam rangka pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia kesehatan
Perencanaan SDM Kesehatan
Perencanaan SDM Kesehatan adalah proses estimasi terhadap jumlah SDM berdasarkan tempat,mketerampilan, perilaku yang dibutuhkan untuk memberikan upaya kesehatan. Perencanaan dilakukan menyesuaikan dengan kebutuhan pembangunan kesehatan,  baik lokal, nasional, maupun  global dan memantapkan keterkaitan dengan unsur lain dengan maksud untuk menjalankan tugas dan fungsi institusinya yang meliputi : jenis, jumlah dan kualifikasi
Dasar dari peningkatan perencanaan mutu SDM kesehatan yaitu kebijakan peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, yang dilaksanakan melalui : Read the rest of this entry
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.