Arsip Bulanan: Oktober 2008
Sejarah dan Perkembangan Ilmu Gizi
Ilmu gizi merupakan ilmu yan relatif baru. Adalah Mary Swartz Rose (1926) yang merupakan professor ilmu gizi pertama di Universitas Columbia, New York, USA.
Berikut perkembangan ilmu gizi menurut waktu dan ahlinya :
· Zaman purba à Manusia sudah mengenal pentingnya makanan tapi saat itu masih ada hal-hal yang bersifat tabu, magis, dan nilai-nilai menyembuhkan.
· 400 SM à Hippocrates : makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia
· Awal abad ke-16 à konsep pertama ilmu faal
· 1743-1794 à Antonie Lavoisier (Bapak ilmu gizi) : pertama mempelajari penggunaan energi makanan
· Awal abad ke-19 à Magendie : Bisa membedakan karbohidrat, lemak, dan protein
· 1840 à Reagnult & Reiset : CO2 yang dikeluarkan dan O2 yang dikonsumsi berbeda menurut jenis makanan
· 1803-1873 à karbohidrat, lemak, dan protein dioksidasi dalam tubuh dan menghasilkan panas/energy serta menghitung nilai energy
· Bossinggault & Liebig : keseimbangan makanan
· Bidder & Schmidt : keadaan tidak makan membutuhkan metabolisme minimal tertentu
· Voit : Metabolisme protein tidak dipengaruhi oleh kerja otot & banyaknya metabolisme dalam sel menentukan banyajnya konsumsi O2
· Pertengahan abad ke-19 à Rubner : nilai energy urin & feses ditentukan dari berbagai susunan makanan = dasar penelitian kalorimetri
· 1847 à Mayer & Helmholz : Hukum konservasi energy bagi organism hidup maupun benda mati
· Rubner: menghubungkan produksi panas dalam keadaan basal dengan luas permukaan tubuh & menghitung nilai energy, Karbohidrat, protein, dan lemak bahan makanan
· Akhir abad ke-19 à Atwater & Rose : membangun alat kalorimetri I untuk menyelidiki pertukaran energi pada manusia
· 1899 à Attwater & Bryant : Daftar komposisi bahan makanan pertama terbit
· 1899 à Lusk : menyelidiki metabolism intermidier & efek dinamik spesifik makanan
